Bekasi,Norton News- Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, menjelaskan awal ditemukannya cacahan uang kertas yang berserakan di TPS liar Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Rido menjadi salah satu pihak yang memviralkan temuan itu di media sosial pada Rabu (28/1/2026) setelah menindaklanjuti laporan warga mengenai aktivitas TPS liar di wilayah tersebut.
“Awalnya kami menerima informasi dari warga mengenai adanya TPS liar. Kami menelusuri bersama tim, dan memang menemukan tumpukan sampah. Namun saat didekati, terlihat serpihan uang berwarna merah,” ujar Rido kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Merasa ada yang janggal, Rido dan tim mendekati lokasi untuk memastikan temuan tersebut. Dari pengamatan langsung, potongan-potongan itu terlihat menyerupai pecahan uang rupiah dengan nominal besar.
“Saya tidak bisa memastikan apakah itu uang asli atau tidak. Namun secara kasat mata, potongan-potongan itu mirip pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000,” ujar Rido. Ia menambahkan, saat ditemukan, cacahan uang tidak hanya ada di dalam karung, tetapi juga berserakan di luar dan bercampur dengan sampah lain, kondisi yang menurutnya paling mencolok dan menimbulkan pertanyaan.
Dilansir Dari Kompas“Yang menarik perhatian saya adalah adanya cacahan uang yang berserakan di luar karung. Setelah memeriksa satu per satu karung, ternyata di dalamnya juga terdapat potongan uang. Pertanyaannya, mengapa buangan seperti ini bisa ada di TPS liar,” ujar Rido.
Rido menilai bahwa temuan cacahan uang di TPS liar tidak bisa dilepaskan dari masalah tata kelola dan pengawasan lingkungan di wilayah perbatasan antara kawasan perkotaan dan permukiman padat penduduk. Menurutnya, lemahnya pengawasan dan pendampingan dari pemerintah maupun pihak terkait membuat pengelolaan dan pembuangan sampah berjalan tanpa kendali.
“Seharusnya ada pemangku kepentingan yang melakukan pendampingan dan pengawasan. Dengan pemantauan dan regulasi yang dijalankan secara rutin, masyarakat akan lebih mudah menerima dan memahami aturan yang ada,”
Rido menilai bahwa kurangnya pengawasan memungkinkan berbagai jenis limbah, termasuk yang seharusnya dikelola secara khusus, masuk ke TPS liar tanpa kendali. “Karena tidak ada pemantauan, akhirnya apa pun bisa masuk ke sana,” ujarnya. Ia menekankan, pemerintah perlu meningkatkan pembinaan dan memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah, terutama di wilayah rawan TPS liar.
“Jika ada pendampingan dan tata kelola yang tepat, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Sebenarnya mereka mampu mengelola sampah, hanya caranya yang salah,” ujar Rido. Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Setu menyatakan bahwa cacahan uang kertas rupiah yang ditemukan di TPS liar milik Haji Santo dipastikan asli dan berasal dari limbah pemusnahan Bank Indonesia (BI).
Kepastian itu didapat setelah perwakilan Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. “Perwakilan dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia hadir untuk memastikan bahwa barang tersebut memang limbah hasil pemusnahan BI,” ujar Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah.
Di lokasi, polisi menemukan beberapa karung yang berisi cacahan uang kertas dengan berbagai nominal. Namun, sebagian karung sudah robek sehingga potongan uang berserakan di area TPS.“Kami mengamankan beberapa karung yang masih utuh, karena sebagian sudah sobek dan isinya berserakan,” ujarnya. Menanggapi temuan itu, Polsek Setu langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Badan Intelijen Negara (BIN), untuk memastikan status dan keaslian cacahan uang tersebut.
Hasil koordinasi menunjukkan bahwa cacahan uang yang ditemukan merupakan limbah resmi hasil pemusnahan Bank Indonesia. Saat ini, Polsek Setu masih menunggu klarifikasi lanjutan dari Bank Indonesia mengenai mekanisme pembuangan limbah tersebut.
“Saat ini kami dari pihak Polsek masih menunggu hasil klarifikasi dari Bank Indonesia,” ujar Usep. Ia menambahkan, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lokasi, pemilik lahan TPS liar menyerahkan puluhan karung cacahan uang kepada kepolisian. “Inisiatifnya dari pemilik lahan, menyerahkan 21 karung kepada kami di Polsek. Karung-karung ini telah dipindahkan ke Polsek. Penyerahan dilakukan tadi malam sekitar pukul 20.00,” kata Usep.
Sebelumnya, temuan cacahan pecahan uang kertas di TPS liar Desa Taman Rahayu sempat menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Potongan uang terlihat menggumpal dan tercampur dengan sampah rumah tangga serta material urukan. Pantauan Kompas.com menunjukkan sejumlah pecahan uang berserakan di permukaan tanah, mulai dari nominal Rp 2.000, Rp 50.000, hingga Rp 100.000. Potongan uang tersebut dipotong sangat halus, berukuran sekitar 2–5 milimeter, dan dikemas dalam karung berwarna putih.














































You must be logged in to post a comment Login