Connect with us

Hi, what are you looking for?

International

Kim Jong Un Lanjutkan Masa Kepemimpinan Setelah Kembali Menjabat sebagai Presiden

Pyongyang,NortonNews.com – Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara dan akan melanjutkan masa kepemimpinannya.

Menurut laporan AFP, Senin (23/3/2026), para pengamat menilai bahwa pemilihan di Korea Utara sering kali telah diatur sebelumnya untuk memberikan kesan legitimasi demokratis bagi kepemimpinan negara.

KCNA melaporkan, “Majelis Rakyat Tertinggi DPRK kembali memilih Kamerad Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea dalam Sidang Pertama, yang menandai kegiatan urusan negara pertama untuk masa jabatan ke-15, pada 22 Maret.

Dilansir dari Detik.com- “Laporan itu menyebut bahwa pemilihan kembali Kim ke “jabatan tertinggi” dianggap mencerminkan “kehendak dan aspirasi seluruh rakyat Korea.”

Memimpin sejak 2011, Kim merupakan penguasa generasi ketiga Korea Utara, negara bersenjata nuklir yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada 1948. Ia naik ke tampuk kekuasaan setelah kematian ayahnya pada 2011.

Lee Ho-ryung dari Institut Analisis Pertahanan Korea menilai bahwa pemilihan ini merupakan

“acara yang sangat terencana dengan hasil yang sudah ditetapkan sebelumnya.

” Menurutnya, sepanjang pemerintahan generasi ketiga, Korea Utara rutin mengadakan acara semacam ini untuk menampilkan prosedur resmi sebagai upaya memperoleh legitimasi politik, meski tidak ada yang mengharapkan hasilnya akan berbeda.

Foto-foto yang dipublikasikan KCNA memperlihatkan Kim mengenakan setelan jas formal ala Barat, duduk di tengah panggung dan dikelilingi pejabat tinggi, dengan dua patung besar ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya sebagai latar belakang.

Proses Pemilihan

Sebelum acara tersebut, 687 deputi terpilih untuk duduk di Majelis Rakyat Tertinggi, dan warga Korea Utara yang berusia 17 tahun ke atas diberikan kesempatan untuk menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat yang diajukan oleh partai penguasa.

Menurut KCNA, para anggota parlemen baru mendapat persetujuan 99,93% suara, sementara 0,07% menolak, dengan tingkat partisipasi mencapai 99,99%. Laporan tersebut menyebutkan bahwa aula sidang di Pyongyang “dipenuhi dengan kesadaran politik yang tinggi dan semangat revolusioner” dari para anggota yang baru terpilih.

Para analis menilai bahwa sidang parlemen kali ini kemungkinan juga akan menyinggung amandemen konstitusi yang bisa menetapkan secara resmi hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara “dua negara yang bermusuhan.”

Menurut Hong Min, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, bahasa yang digunakan Kim dalam pidatonya di parlemen akan menjadi “indikator” terhadap rencana Korea Utara terkait hubungan dengan Korea Selatan.Ia menjelaskan bahwa sejauh mana istilah seperti “unifikasi nasional” atau “persatuan Korea” diganti dengan ungkapan yang lebih konfrontatif, termasuk konsep “kontrol teritorial,” dapat mencerminkan kerangka ideologis yang dipegang Kim.Hong Min menambahkan bahwa fokus utama terletak pada sejauh mana Kim akan membahas “isu-isu teritorial, perairan, dan wilayah udara” dalam hubungannya dengan Seoul.

Sidang ini digelar setelah pertemuan lima tahunan partai penguasa bulan lalu.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan ucapan selamat kepada Kim Jong Un dan menyatakan harapannya agar hubungan bilateral kedua negara semakin kuat.

Dalam pesan yang dipublikasikan di saluran Telegram Kremlin, Putin menyebut, “Kawan Kim Jong Un yang terhormat, terimalah ucapan selamat tulus saya atas terpilihnya kembali Anda sebagai Ketua Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea.

”Putin menambahkan bahwa Rusia sangat menghargai peran pribadi Kim dalam memperkuat persahabatan dan aliansi antara kedua negara.

Ia menegaskan bahwa kedua negara akan terus bekerja sama untuk mengembangkan kemitraan strategis yang komprehensif antara Moskow dan Pyongyang, yang dinilai sejalan dengan kepentingan fundamental kedua negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dan Korea Utara semakin mempererat hubungan, termasuk dengan penandatanganan perjanjian pertahanan bersama pada 2024.

Selain itu, Korea Utara juga mengirim pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik melawan Ukraina.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...