Connect with us

Hi, what are you looking for?

International

Israel berencana membatasi akses umat Islam untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan.

Tel Aviv,Norton News-Pihak berwenang Israel akan membatasi akses umat Islam untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur selama Ramadan tahun ini. Masjid yang menjadi tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi ini biasanya dipadati jemaah dari Yerusalem maupun Tepi Barat selama bulan suci.

Syekh Ekrima Sabri, mantan mufti besar Yerusalem sekaligus kepala Dewan Islam Tertinggi Yerusalem, menyatakan penyesalannya atas rencana pemerintah Israel tersebut.

Menurut Syekh Ekrima, niat buruk Israel sudah tampak sejak penunjukan Mayor Jenderal Avshalom Peled sebagai kepala kepolisian Yerusalem Timur pada awal Januari 2026. Penunjukan perwira garis keras ini dianggap sebagai upaya Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, untuk membatasi akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa.

“Umat Islam menyambut Ramadan dengan penuh harapan, mengikuti tradisi Nabi Muhammad yang biasa memulai persiapan pada akhir Sya’ban. Namun terkait Yerusalem, kami menyesalkan tindakan keras yang akan diterapkan pihak penjajah terhadap umat Islam yang datang ke Masjid Al-Aqsa,” ujar Syekh Ekrima kepada Anadolu, dikutip Minggu (15/2/2026).

Dilansir Dari I News-Ia menambahkan bahwa otoritas Israel melarang puluhan pemuda masuk ke masjid dan menyatakan tidak akan melonggarkan pembatasan bagi jemaah yang datang dari Tepi Barat selama Ramadan. Hal ini menandakan pembatasan akan diterapkan lebih ketat.

“Jumlah jemaah di Al-Aqsa diperkirakan akan lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu pelaksanaan ibadah puasa umat Islam,” ujarnya.

Biasanya, ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat melakukan perjalanan ke Yerusalem Timur untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan. Namun, sejak perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, pihak berwenang Israel memperketat pos pemeriksaan militer sehingga akses penduduk Tepi Barat ke Yerusalem menjadi terbatas.

Dalam dua tahun terakhir, hanya sebagian kecil warga, terutama lansia dan anak-anak, yang mendapat izin masuk dari militer Israel.

Beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah sementara bagi ratusan warga Palestina di Yerusalem Timur, mayoritas pemuda, yang melarang mereka memasuki Masjid Al-Aqsa selama Ramadan, dengan beberapa perintah berlaku hingga enam bulan.

Langkah-langkah ini diambil di tengah pemerintahan sayap kanan Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menghadapi kritik dari pejabat Palestina terkait perubahan yang dianggap mengganggu status quo yang telah lama berlaku di Masjid Al-Aqsa.

Namun, polisi setempat secara sepihak membolehkan ekstremis Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, yang menjadi kiblat pertama umat Islam, secara paksa sejak 2003.

“Tidak diragukan bahwa pemerintah sayap kanan berupaya mewujudkan rencana agresifnya terkait Masjid Al-Aqsa,” ujar Syekh Ekrima.

Namun, tindakan Israel tidak hanya terbatas pada Masjid Al-Aqsa, tetapi juga meluas ke pembongkaran permukiman Palestina di Yerusalem Timur, terutama di sekitar kompleks masjid.

“Kebijakan pembongkaran ini bersifat rasis, tidak adil, ilegal, tidak manusiawi, dan merupakan kelanjutan dari kebijakan tidak adil Inggris di Palestina pada masa kolonial,” tegasnya.

Syekh Ekrima menyerukan agar masyarakat Arab dan Muslim memberikan dukungan kepada warga Palestina di Yerusalem, sekaligus meminta para pemimpin Arab dan Muslim untuk mengambil tanggung jawab atas Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...