Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Rencana Libur Sekolah Selama Ramadhan 1446 H Ditentang Orangtua, Ini Alasannya

Ilustrasi siswa SD, dana BOSP

Ilustrasi siswa SD

Jakarta, Norton News – Dikutip dari Kompas.com, wacana pemerintah untuk meliburkan siswa SD hingga SMA selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah menuai pro dan kontra. Sejumlah orangtua murid mengungkapkan kekhawatiran mereka, terutama terkait potensi anak-anak menghabiskan waktu untuk kegiatan yang kurang bermanfaat.

Kekhawatiran Orangtua

  • Juju (48), seorang pedagang di Blok M, menyebut anaknya yang duduk di kelas 1 SMP cenderung hanya bermain jika tidak ada aktivitas sekolah.
    “Kalau enggak sekolah tuh dia cuma mikirin main-main doang. Kalau sekolah kan tetap belajar, ada kegiatan,” ujarnya, Rabu (15/1/2025). Juju yang sibuk berjualan berharap pemerintah membatalkan rencana tersebut.
  • Monic (31), warga Depok, merasa anaknya sulit diarahkan untuk belajar di rumah selama liburan. Ia mengusulkan agar sekolah tetap mengadakan kegiatan keagamaan selama Ramadhan.
    “Di sekolah itu biasanya diisi dengan kegiatan pengajian atau hal-hal keagamaan. Kalau di rumah, saya rasa enggak full mendapatkan edukasi yang seperti di sekolah,” katanya.
  • Lia (33), orangtua siswa kelas 2 SD, menganggap libur sebulan penuh terlalu lama. Ia menyarankan libur hanya diberikan menjelang Lebaran.
    “Kalau di rumah takutnya dia bosan dan cuma main HP. Kalau di sekolah kan ada kegiatan pengajian selama Ramadhan,” jelasnya.

Opsi Kebijakan Pemerintah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan ada tiga opsi yang sedang dipertimbangkan pemerintah:

  1. Libur penuh selama Ramadhan, dengan mengutamakan kegiatan keagamaan di rumah atau lingkungan masing-masing.
  2. Libur sebagian, yaitu libur di awal Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, sementara di tengah Ramadhan tetap masuk sekolah.
  3. Sekolah tetap masuk seperti biasa, dengan penyesuaian kegiatan yang lebih bernuansa keagamaan.

Latar Belakang Wacana

Wacana libur sekolah selama Ramadhan diungkapkan oleh Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i. Kebijakan serupa pernah diterapkan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di mana siswa diliburkan selama sebulan penuh dengan fokus pada kegiatan keagamaan di rumah.

Harapan Orangtua

Sebagian besar orangtua berharap pemerintah dapat merancang kebijakan yang tetap memberikan ruang untuk pendidikan, baik formal maupun keagamaan, selama Ramadhan. Libur yang terlalu panjang dikhawatirkan mengurangi intensitas pembelajaran dan memengaruhi produktivitas anak.

Keputusan akhir terkait kebijakan ini masih dalam pembahasan dan akan diumumkan sebelum Ramadhan dimulai.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...