
Donald Trump (BBC World)
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini membuat heboh dunia internasional dengan pernyataan kontroversialnya yang seolah-olah ingin ‘mencaplok’ wilayah negara lain. Gagasannya mencakup Greenland, Panama, bahkan Kanada, serta perubahan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, yang langsung menuai sindiran tajam dari berbagai negara.
Dalam wawancaranya pada Senin (6/1), Trump menyatakan bahwa ia ingin menguasai Greenland, wilayah yang saat ini dimiliki Denmark, karena alasan ekonomi dan keamanan nasional AS.
Tak hanya Greenland, Trump juga mengungkapkan rencananya untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”, dengan alasan bahwa Teluk tersebut memang “pantas” dipersatukan dengan AS.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum (AP Photo/Eduardo Verdugo)
Namun, pernyataan kontroversial Trump langsung memicu reaksi keras dari negara-negara terkait. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dengan santai membalikkan sindiran Trump dengan mengusulkan agar AS diganti namanya menjadi “Amerika Meksiko”.
Sementara itu, Kanada tidak kalah memberikan sindiran. Premier Ontario, Doug Ford, mengusulkan balasan kepada Trump dengan mengajukan tawaran untuk membeli Alaska dari AS, serta menambahkan negara bagian Minnesota dalam kesepakatan.
Selain itu, Perdana Menteri Kanada yang baru mengundurkan diri, Justin Trudeau, dengan tegas menanggapi ide Trump tersebut
Dari sisi Eropa, kritik juga mengalir deras. Uni Eropa menyebut pernyataan Trump tentang Greenland sebagai hal “hipotetis yang liar”, mengingat Trump belum resmi menjabat. Juru bicara Komisi Eropa mengingatkan bahwa masalah semacam ini hanya bisa dibicarakan dalam konteks kerja sama internasional yang sah.
Di Prancis, Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot dengan tegas mengecam ancaman terhadap kedaulatan perbatasan Uni Eropa.





















































You must be logged in to post a comment Login