(Jakarta, Norton News) – di lansir dari kompas.com Kericuhan Pilkada terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah dimana sebanyak 10 korban pertikaian kericuhan tersebut dievakuasi ke Jayapura, Papua. Evakuasi korban sudah dilakukan sejak hari Rabu (27/11/2024) dimana hal ini disampaikan oleh Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara. Dalam proses evakuasi masih ada 3 korban yang belum dapat dievakuasi. Untukkorban dievakuasi ke RSUD di Jayapura sebab mengalami luka yang cukup serius.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kapolres AKBP Kuswara dimana kericuhan terjadi karena ada pertikaian antar pendukung pasangan calon yang memang sudah berulang kali terjadi. Pilkada yang dilakukan di Kabupaten Puncak Jaya sendiri di ikuti oleh dua paslon bupati dan wakit bupati yaitu Yuni Wonda-Mus Kogoya serta Miren Kogoya – Mendi Wonorengga. Kericuhan dan aksi saling serang ini terjadi di Kantor Komisis Pemilihan Umum, Kabupaten Puncak Jaya. Kronologi yang menyebabkan pertikaian ini adalah salah satu pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati tersebut membawa kabur kotak suara. Kotak Suara yang dibawa merupakan kotak suara untuk Kampung Birak Ambut, Wuyuki, Pepera, Towogi dan Kampung Wutuneri.
Akibat kericuhan dan pertikaian yang terjadi dikatakan 94 orang terluka dan 40 rumah dibakar.















































You must be logged in to post a comment Login