
Ilustrasi Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (Sumber Foto: Akbar Nugroho Gumay, ANTARA Foto)
Jakarta, Norton News – Dilansir dari CNBC Indonesia, Pasca kenaikan Dolar Amerika Serikat (USD) belakangan minggu ini yang menyentuh angka Rp15.800, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah masih terkendali, sekalipun dalam beberapa waktu terakhir terdapat beberapa tren pelemahan.
“Pelemahan nilai tukar rupiah diakibatkannya menguatnya mata uang dolar secara meluas dan berbaliknya preferensi investor global dengan pindahkan alokasi portonya pasca pemilu di AS,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur, Rabu (20/11/2024)
Baca Juga: Rute KA Akan Ditambah saat Hari Libur NATARU
Perry kemudian juga menambahkan, jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2023 lalu, nilai rupiah hanya mengalami depresiasi sebesar 2,74%. Kondisi ini masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan dengan Dolar Taiwan, Peso Filipina dan Won Korea yang mengalami depresiasi di kisaran 5-7%.
“Ke depan rupiah diperkirakan stabil didukung komitmen BI untuk jaga stabilitas nilai tukar, imbal hasil yang menarik inflasi rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” terangnya.















































You must be logged in to post a comment Login