
Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Kumparan.com Presiden Prabowo batal meresmikan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) pada Kamis (7/11).
Agenda peresmian Danantara seharusnya berlangsung hari ini. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan pembatalannya disebabkan instruksi dari Prabowo untuk memastikan kesiapan pembentukan Danantara. Penjelasan diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat dan daerah pada tahun 2024 di Sentul International Conference Center (SICC), Bogor, pada Kamis (7/11).
Baca Juga: Menaker Mengumumkan Hari Ini, UMP 2025 Pasti Akan Naik
“Proses harus dilalui dengan hati-hati dan prudent, sesuai arahan presiden, agar hasilnya bagus,” ujar dia. Namun, Hasan menggambarkan Danantara bakal mirip dengan perusahaan raksasa Singapura, Tamasek, dan Government of Singapore Investment Corporation, milik pemerintah Singapura. Prabowo ingin membentuk lembaga pengelola investasi ini untuk lebih memanfaatkan aset negara.
Berdasarkan informasi dari kumparan.com, ada tujuh BUMN yang akan menyumbangkan aset mereka kepada BPI Danantara. Ketujuh BUMN tersebut adalah PT Bank Mandiri (BMRI) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Tbk, PT Bank Nasional Indonesia (BBNI) Tbk, PT Pertamina, PT PLN, MIND ID, PT Telkom Indonesia (TLKM) Tbk. Selain itu, status Indonesia Investment Authority (INA) akan digabung otomatis.















































You must be logged in to post a comment Login