Connect with us

Hi, what are you looking for?

Health

Waspada: 5 Kebiasaan Sarapan Pemicu Obesitas!

Foto: Brooke Lark, Unsplash

Jakarta, Norton News – Sarapan merupakan salah satu waktu makan yang paling penting. Selain dari memberikan rasa kenyang dan tenaga untuk menjalani hari, sarapan dapat membantu kita untuk menjadi lebih fokus dan memiliki reaksi yang lebih cepat tanggap dalam meresponi segala sesuatu. Oleh karena itu, kualitas dan kebiasaan sarapan sebaiknya menjadi perhatian. Nortons, tahu gak sih, kalau ada 5 kebiasaan sarapan yang ternyata bisa membuat berat badan kamu naik?

Mengutip detikHealth dan The Sun, berikut kesalahan saat sarapan yang bisa membuat kamu naik berat badan:

1.⁠ ⁠Berlebihan Mengonsumsi Kalori Kosong

Kalori kosong adalah makanan-makanan yang memiliki kadar kalori tinggi, namun rendah gizi. Ahli fisiologi dan gizi olahraga, dr. Mayur Ranchordas , menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori kosong malahan akan membuat seseorang semakin ingin mengonsumsi lebih banyak makanan lagi sepanjang hari. Akibatnya, apabila mengonsumsi terlalu berlebihan berat badan kamu akan semakin naik!

“Jika Anda meminum latte atau cappuccino yang dasarnya sudah mengandung banyak lemak dengan muffin, Anda mungkin berpikir ‘Saya hanya minum kopi dan muffin untuk sarapan’. Tapi faktanya mereka memiliki kalori tinggi dengan gizi yang sangat rendah. Itu sama dengan 700-800 kalori saat sarapan. Alhasil, jika Anda mengonsumsi sandwich ayam dan daging bacon saat makan siang, Anda bisa melebihi asupan kalori harian Anda sebelum makan malam” ungkapnya.

2.⁠ ⁠Tidak Mengonsumsi Cukup Protein dan Lemak Sehat

Sarapan yang sehat harus mengandung tiga komponen utama yang seimbang, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Sayangnya, seringkali banyak orang yang tidak memperhatikan hal ini sehingga banyak orang yang pada akhirnya lebih cepat merasa lapar dan malah tidak bersemangat menjalani hari.

“Aturan umum bagi para atlet adalah apakah makanan tersebut memberi Anda lemak sehat, protein yang baik, mineral dan vitamin, serta karbohidrat dalam jumlah sedang? Jika jawabannya ya, 9/10 mungkin itu makanan sehat,” kata Ranchordas.

3.⁠ ⁠Mengonsumsi Gorengan Berminyak dan Makanan Olahan

Mengonsumsi gorengan saat sarapan juga menjadi salah satu kesalahan yang bisa menyabotase penurunan berat badan. Rob Hobson, seorang ahli gizi HealthSpan di London menyatakan bahwa gorengan cenderung mengandung banyak lemak jenuh dan kalori. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dan kalori merupakan hal yang sangat harus dihindari karena pada akhirnya hanya akan membuat badan merasa lesu tanpa memberikan rasa kenyang yang berarti.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan olahan (processed food) seperti daging nugget, sosis, dan sebagainya secara berlebihan juga dikaitkan dengan risiko kanker usus.

“Jumlah yang lebih kecil tidak apa-apa. Namun, ada banyak kaitan antara daging olahan dan kanker usus. Bacon dan sosis, misalnya, juga penuh garam yang tidak baik untuk tekanan darah,” terangnya.

 

Waspada: Simak 4 Kebiasaan Pemicu Kolesterol yang Sering Tidak Disadari

 

4.⁠ ⁠Makan Sambil Jalan

Rutinitas yang padat kerap memaksa banyak orang untuk sarapan sambil berangkat kerja atau beraktivitas. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa memberikan dampak buruk terhadap pengelolaan berat badan. Sewaktu kita berjalan, sering kali kita tidak memperhatikan apa yang sedang kita makan. Tidak jarang, orang yang makan atau sambil beraktivitas malah berakhir makan dengan porsi yang lebih banyak karena tidak memberikan perhatian penuh dengan apa yang mereka makan.

“Ada kemungkinan Anda makan berlebihan jika tidak fokus pada makanan, dan jika terburu-buru, Anda berisiko mengalami gangguan pencernaan,” kata Hobson.

5.⁠ ⁠Menunggu Sampai Terlalu Lapar

Setiap orang memiliki waktu sarapan idealnya masing-masing. Beberapa orang mungkin sarapan sesaat setelah bangun tidur, sementara yang lain memilih menunggu 30 menit sampai satu jam setelah bangun tidur untuk sarapan. Hal itu sah-sah saja. Namun Hobson mengingatkan agar tidak menunggu sampai benar-benar merasa lapar untuk sarapan, karena biasanya orang yang kelaparan akan cenderung makan lebih banyak dan mengonsumsi makanan pilihannya tanpa memikirkan kualitas gizi dari makanannya.

“Menunggu hingga Anda kelaparan dapat membuat Anda mencari sesuatu yang tidak sehat,” pungkasnya.

Nah, bagaimana Nortons? Yuk, mulai perhatikan pola hidup kita bersama-sama mulai dari sarapan masing-masing! Karena hari yang baik tentunya juga harus dimulai dari sarapan yang baik.

(ath/rdp)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...