Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Sukses Gelar PESONAS 2026, NTT Perkuat Persiapan Menjadi Tuan Rumah PON 2028

KUPANG, NortonNews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin optimistis menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Keyakinan tersebut menguat setelah NTT berhasil memfasilitasi penyelenggaraan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kota Kupang pada 13–18 Oktober 2026.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai keberhasilan pelaksanaan PESONAS menjadi pengalaman berharga bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan agenda olahraga nasional berikutnya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan pelayanan, koordinasi antarinstansi, serta kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan atlet dan delegasi dari berbagai provinsi.

Dilansir dari ANTARA News Kupang – Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT yang telah bekerja dalam mendukung pelaksanaan PESONAS II 2026. Ia menilai keberhasilan menjadi tuan rumah tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pertandingan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diterima para peserta selama berada di Kupang.

Penyelenggaraan PESONAS sendiri merupakan ajang olahraga bagi atlet penyandang disabilitas intelektual. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi NTT untuk menunjukkan kemampuan dalam menyelenggarakan kompetisi nasional sekaligus memperkuat komitmen terhadap olahraga yang inklusif.

Menurut Melki, pengalaman tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan berskala besar pada masa mendatang dapat berlangsung lebih baik. Pemerintah daerah perlu mempertahankan hal-hal yang telah berjalan dengan baik sekaligus memperbaiki kekurangan yang ditemukan selama kegiatan berlangsung.

Pelayanan Peserta Menjadi Bahan Evaluasi

Salah satu aspek yang mendapat perhatian pemerintah daerah adalah pelayanan terhadap atlet, ofisial, dan delegasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kualitas pelayanan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman positif bagi peserta yang datang ke NTT.

Melki mengapresiasi kerja jajaran pemerintah daerah yang telah membantu memenuhi kebutuhan para delegasi selama PESONAS berlangsung. Pelayanan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari Special Olympics Indonesia (SOIna) pusat serta sejumlah delegasi yang hadir.

Menurutnya, kesan baik yang dibawa pulang para peserta dapat menjadi salah satu indikator bahwa penyelenggaraan kegiatan telah berjalan dengan baik. Meski demikian, pemerintah tidak ingin berhenti pada keberhasilan tersebut. Evaluasi tetap diperlukan untuk mengetahui bagian yang masih membutuhkan perbaikan.

Pengalaman selama PESONAS diharapkan dapat memperkuat koordinasi ant perangkat daerah, meningkatkan kualitas layanan, dan memperjelas pembagian tugas dalam penyelenggaraan acara besar. Persiapan yang matang diperlukan karena pelaksanaan PON memiliki cakupan lebih luas, melibatkan banyak cabang olahraga, serta membutuhkan dukungan fasilitas dan sumber daya yang lebih besar.

Dengan menjadikan PESONAS sebagai bahan pembelajaran, NTT memiliki kesempatan untuk menyusun langkah persiapan yang lebih terarah. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa evaluasi tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar diterapkan dalam perencanaan kegiatan selanjutnya.

Fasilitas Olahraga dan Koordinasi Terus Diperkuat

Persiapan menuju PON XXII 2028 juga dilakukan melalui peninjauan sejumlah arena pertandingan oleh delegasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kesiapan fasilitas olahraga yang akan digunakan dalam pelaksanaan kompetisi nasional.

Melki menegaskan bahwa hasil evaluasi terhadap arena pertandingan perlu ditindaklanjuti dengan pembenahan yang sesuai kebutuhan. Ketersediaan venue yang layak menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar cabang olahraga yang dipertandingkan.

Selain perbaikan fasilitas, koordinasi lintas perangkat daerah juga perlu diperkuat. Penyelenggaraan PON melibatkan banyak sektor, sehingga persiapannya tidak dapat hanya bergantung pada satu instansi. Pemerintah perlu menyelaraskan kebutuhan teknis, pelayanan peserta, pengelolaan anggaran, serta dukungan sektor lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Perencanaan yang matang juga diperlukan agar pembenahan dapat dilakukan berdasarkan prioritas. Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi kebutuhan fasilitas, menentukan langkah yang harus didahulukan, dan memastikan setiap program memiliki perencanaan serta pertanggungjawaban yang jelas.

Kesiapan sebagai tuan rumah bukan hanya tentang menyediakan lokasi pertandingan. Transportasi, akomodasi, pelayanan kesehatan, akses bagi peserta, serta dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan yang berkualitas.

Lima Target Utama untuk PON 2028

Pemerintah Provinsi NTT menetapkan lima sasaran utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan PON XXII 2028. Kelima sasaran tersebut meliputi sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses pariwisata, dan sukses administrasi.

Target pertama adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai perencanaan. Hal ini mencakup kesiapan fasilitas, pelayanan kepada atlet dan ofisial, koordinasi antarinstansi, serta kelancaran pelaksanaan pertandingan.

Target kedua berkaitan dengan peningkatan prestasi olahraga. NTT menargetkan dapat menembus posisi 10 besar nasional melalui peningkatan kualitas pembinaan atlet dan penguatan budaya berprestasi di daerah.

Untuk mencapai sasaran tersebut, pembinaan atlet perlu dilakukan secara berkelanjutan. Persiapan tidak cukup hanya menjelang pertandingan, tetapi harus didukung latihan yang terarah, peningkatan kemampuan pelatih, evaluasi performa atlet, dan kesempatan mengikuti kompetisi secara rutin.

Target ketiga adalah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. PON diharapkan dapat meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, serta sektor jasa. Kedatangan atlet, ofisial, dan pengunjung dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap makanan, transportasi, penginapan, produk lokal, dan layanan lainnya.

Peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan persiapan yang tepat, kegiatan olahraga nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi penyelenggara dan atlet, tetapi juga bagi masyarakat yang menjalankan usaha di sekitar lokasi kegiatan.

PON sebagai Sarana Promosi Pariwisata NTT

Sasaran keempat adalah memperkuat promosi pariwisata NTT. Provinsi ini memiliki beragam destinasi yang dapat diperkenalkan kepada pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia melalui penyelenggaraan PON.

Kehadiran peserta dan penonton dapat menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan terhadap potensi wisata daerah. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal apabila didukung informasi pariwisata yang mudah diakses, pelayanan yang baik, serta konektivitas menuju destinasi yang dipromosikan.

Pemerintah daerah dapat menghubungkan penyelenggaraan olahraga dengan promosi budaya, kuliner, kerajinan, dan daya tarik wisata setempat. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga berkesempatan mengenal kekayaan daerah.

Sementara itu, target kelima adalah memastikan administrasi dan pengelolaan keuangan berlangsung secara transparan serta akuntabel. Seluruh penggunaan anggaran dan pelaksanaan program harus mengikuti peraturan yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aspek administrasi menjadi penting karena penyelenggaraan kegiatan berskala nasional memerlukan koordinasi anggaran dan sumber daya dalam jumlah besar. Tata kelola yang baik diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan anggaran digunakan sesuai tujuan.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Melki menekankan bahwa pencapaian lima sasaran tersebut membutuhkan komitmen bersama seluruh perangkat daerah. Pemerintah provinsi perlu bekerja secara terkoordinasi agar setiap persiapan berjalan sesuai jadwal dan memberikan hasil yang diharapkan.

Dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota, organisasi olahraga, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat juga menjadi bagian penting dari persiapan. Masing-masing pihak dapat berkontribusi sesuai perannya untuk menciptakan penyelenggaraan yang tertib dan memberikan manfaat bagi daerah.

Pengalaman menggelar PESONAS II 2026 memberikan modal awal bagi NTT untuk mengevaluasi kemampuan penyelenggaraan kegiatan nasional. Meski demikian, keberhasilan acara tersebut tetap perlu diikuti dengan persiapan teknis yang lebih luas karena PON memiliki kebutuhan yang berbeda dan cakupan kompetisi yang lebih besar.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi langkah nyata, mulai dari peningkatan fasilitas hingga penguatan pembinaan atlet dan pengelolaan kegiatan. Dengan perencanaan yang baik, PON 2028 berpeluang menjadi momentum untuk mendorong prestasi olahraga sekaligus memperluas manfaat ekonomi dan pariwisata.

Norton News menilai persiapan PON perlu dilihat sebagai upaya pembangunan jangka panjang, bukan hanya penyelenggaraan acara olahraga. Keberhasilan akan lebih bermakna apabila fasilitas yang diperbaiki dapat terus dimanfaatkan masyarakat, pembinaan atlet semakin kuat, dan pelaku usaha lokal memperoleh peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui evaluasi PESONAS dan persiapan yang terkoordinasi, NTT berupaya memperkuat kesiapan menghadapi PON XXII 2028. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh rencana dapat diwujudkan secara konsisten agar penyelenggaraan tersebut membawa manfaat bagi atlet, masyarakat, dan pembangunan daerah.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...