NortonNews – Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei terbaru mengenai penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Hasil survei menunjukkan sebanyak 65,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Survei tersebut dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Dilansir dari detik.com – Dalam survei tersebut, responden diminta menilai tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja pemerintah Republik Indonesia. Hasilnya, sebanyak 6,8 persen responden mengaku sangat puas dan 58,6 persen menyatakan puas. Sementara itu, 25,7 persen responden merasa tidak puas, sedangkan 6,8 persen lainnya menyatakan sangat tidak puas. Adapun 2,1 persen responden memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, menyampaikan bahwa total responden yang merasa puas terhadap kinerja pemerintah mencapai 65,4 persen. Sebaliknya, gabungan responden yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas mencapai 32,5 persen.
Selain menilai kinerja pemerintah secara keseluruhan, survei tersebut juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo secara langsung. Hasilnya, sebanyak 65,2 persen responden menyatakan puas, sedangkan 28,1 persen mengaku tidak puas.
Secara terperinci, sebanyak 2,9 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo dan 62,3 persen merasa puas. Di sisi lain, 19,4 persen menyatakan tidak puas dan 8,7 persen merasa sangat tidak puas. Sementara itu, 6,7 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan tanggapan.
Hasil survei PPI tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto berdasarkan survei yang dilakukan pada periode akhir September hingga awal Oktober 2026.


















































You must be logged in to post a comment Login