Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Prof. Takdir Saili Raih 42 Suara, Ungguli Dua Kandidat dalam Pemilihan Rektor UHO

KENDARI, NortonNews.com – Prof. Takdir Saili berhasil meraih dukungan terbanyak dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk periode 2026–2030. Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, Takdir memperoleh 42 suara dan mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Prof. Ida Usman dan Dr. Herman.

Hasil tersebut menempatkan Prof. Takdir sebagai kandidat terkuat dalam perebutan kursi pimpinan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Sulawesi Tenggara. Perolehan suaranya melampaui dukungan yang diterima kedua pesaingnya, sehingga menjadi sorotan dalam proses pergantian kepemimpinan di lingkungan kampus tersebut.

Dilansir dari RRI Kendari – pemilihan rektor UHO menjadi bagian dari rangkaian proses untuk menentukan pemimpin universitas pada periode empat tahun mendatang. Hasil penghitungan suara menunjukkan Prof. Takdir memperoleh dukungan paling besar dibandingkan kandidat lain yang mengikuti kontestasi tersebut.

Berdasarkan laporan hasil pemilihan yang juga diberitakan sejumlah media lokal, Prof. Ida Usman menempati posisi berikutnya dengan perolehan 18 suara, sedangkan Dr. Herman mendapatkan 13 suara. Selain itu, dilaporkan terdapat satu suara yang dinyatakan tidak sah karena tidak mencantumkan nama calon. <Cite refs={[“turn741621search1″,”turn741621search2″,”turn741621search3”]}/>

Prof. Takdir Unggul dalam Persaingan Tiga Kandidat

Perolehan 42 suara menjadi hasil penting bagi Prof. Takdir Saili dalam proses pemilihan rektor UHO periode 2026–2030. Dengan jumlah tersebut, ia berhasil mendapatkan dukungan lebih besar dibandingkan dua kandidat lainnya.

Kontestasi ini mempertemukan tiga nama yang bersaing untuk memimpin UHO. Selain Takdir Saili, terdapat Prof. Ida Usman dan Dr. Herman yang turut mengikuti proses pemilihan. Ketiganya berupaya memperoleh dukungan dalam mekanisme pemungutan suara yang melibatkan unsur senat universitas dan kementerian sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil pemilihan menunjukkan bahwa dukungan terhadap Prof. Takdir berada di posisi teratas. Sementara itu, Prof. Ida Usman memperoleh 18 suara dan Dr. Herman mendapatkan 13 suara. Perbedaan perolehan tersebut memperlihatkan keunggulan Takdir dalam kontestasi kali ini.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UHO, Prof. Ali Bain, mengonfirmasi hasil penghitungan suara tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemungutan suara telah diselesaikan dan berlangsung dengan aman serta lancar tanpa kendala berarti. <Cite refs={[“turn741621search1″,”turn741621search2”]}/>

Kelancaran proses pemilihan menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pergantian kepemimpinan perguruan tinggi. Tahapan tersebut tidak hanya menentukan kandidat yang mendapatkan dukungan terbanyak, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme tata kelola universitas.

Meski hasil penghitungan telah menunjukkan keunggulan Prof. Takdir, proses administratif setelah pemungutan suara tetap perlu dilaksanakan sesuai aturan. Karena itu, hasil pemilihan menjadi dasar bagi tahapan lanjutan sebelum penetapan akhir pimpinan universitas.

Hasil Pemilihan Akan Dilaporkan kepada Kementerian

Setelah proses pemungutan suara selesai, panitia pemilihan memiliki tugas menyusun berita acara hasil pemilihan untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam pelaporan resmi hasil kontestasi rektor UHO.

Prof. Ali Bain menjelaskan bahwa hasil pemilihan akan dilaporkan secara tertulis kepada pihak kementerian. Selanjutnya, kementerian akan menentukan proses dan tahapan lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku.

Tahapan tersebut menunjukkan bahwa perolehan suara dalam pemilihan merupakan bagian dari proses penentuan pimpinan universitas. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara kandidat yang memperoleh suara terbanyak dan penyelesaian seluruh prosedur penetapan rektor.

Dalam konteks pemilihan UHO periode 2026–2030, Prof. Takdir menjadi kandidat dengan dukungan tertinggi berdasarkan hasil penghitungan yang diumumkan. Namun, tahapan administratif dan keputusan resmi berikutnya tetap mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Proses pelaporan juga menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pemilihan. Melalui dokumentasi hasil suara dan penyampaian laporan secara resmi, setiap tahapan dapat ditelusuri sesuai mekanisme penyelenggaraan yang berlaku.

Kepemimpinan Baru Diharapkan Memperkuat Kualitas UHO

Pergantian rektor memiliki arti penting bagi keberlanjutan pengelolaan perguruan tinggi. Rektor tidak hanya bertanggung jawab mengoordinasikan kegiatan akademik, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan arah pengembangan riset, inovasi, tata kelola, serta pengabdian kepada masyarakat.

UHO merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan pendidikan dan penelitian, kampus tersebut berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, kepemimpinan untuk periode 2026–2030 akan menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi. Peningkatan mutu pembelajaran, penguatan penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan tata kelola yang transparan menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.

Selain itu, perguruan tinggi juga dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, serta komunitas dapat membuka peluang bagi kampus untuk menghasilkan program yang lebih relevan dengan perkembangan daerah.

Dalam konteks Sulawesi Tenggara, potensi wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan dapat menjadi bidang yang relevan untuk pengembangan riset dan inovasi. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penelitian yang menjawab persoalan lokal, pengembangan teknologi tepat guna, serta program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Visi Pengembangan Pendidikan, Riset, dan Inovasi

Dalam pemberitaan mengenai visi kepemimpinannya, Prof. Takdir Saili menekankan pengembangan UHO sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi yang memanfaatkan kearifan serta sumber daya lokal agar mampu bersaing di tingkat global.

Visi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan. Gagasan ini menempatkan potensi daerah sebagai salah satu fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan akademik di lingkungan kampus.

Sejumlah misi yang disampaikan mencakup peningkatan mutu pendidikan, penguatan penelitian dan inovasi, pengembangan karakter serta kompetensi mahasiswa, dan perbaikan tata kelola universitas agar lebih transparan dan akuntabel. Pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi yang mendukung pembangunan daerah juga menjadi bagian dari arah pengembangan tersebut. <Cite refs={[“turn741621search4”]}/>

Pelaksanaan visi tersebut nantinya membutuhkan perencanaan yang terukur dan kerja sama dari berbagai unsur kampus. Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta mitra eksternal memiliki peran dalam mendukung program pengembangan universitas.

Peningkatan kualitas pendidikan juga perlu disertai dengan penguatan integritas lulusan dan kemampuan menghadapi persaingan kerja. Sementara itu, penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dapat membantu kampus memberikan kontribusi lebih luas bagi pembangunan daerah.

Menanti Tahapan Penetapan Rektor UHO

Hasil Pilrek UHO periode 2026–2030 menjadi tahap penting dalam proses pergantian kepemimpinan universitas. Dengan memperoleh 42 suara, Prof. Takdir Saili unggul atas Prof. Ida Usman dan Dr. Herman dalam pemungutan suara yang berlangsung pada 13 Oktober 2026.

Meski demikian, proses berikutnya tetap menunggu penyelesaian pelaporan dan tahapan yang ditentukan kementerian. Kejelasan mengenai penetapan akhir menjadi hal yang perlu diperhatikan agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Masyarakat akademik kini menantikan kelanjutan proses tersebut sekaligus berharap kepemimpinan UHO ke depan mampu memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan inovasi. Harapan lainnya adalah agar universitas semakin berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten serta memberikan kontribusi bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.

Dengan hasil suara yang diperoleh, Prof. Takdir Saili menjadi kandidat dengan dukungan terbanyak dalam pemilihan kali ini. Perkembangan selanjutnya akan mengikuti mekanisme resmi hingga proses penetapan rektor untuk periode 2026–2030 selesai.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...