Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Mentrans Siapkan Lima Program Unggulan untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi

JAKARTA, NortonNews.com – Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyiapkan lima program unggulan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk mengubah konsep transmigrasi dari sekadar perpindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan yang mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Iftitah dalam kegiatan Workshop Kehumasan dan Media Gathering Kementerian Transmigrasi 2026 di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026). Ia menilai, pemahaman masyarakat mengenai transmigrasi perlu diperluas agar tidak hanya dipandang sebagai upaya memindahkan penduduk ke wilayah lain.

“Saya tujuan dari media gathering ini sebetulnya adalah media ini sekarang menjadi ujung tombak untuk Kementerian Transmigrasi mengubah paradigma, cara pandang masyarakat, termasuk internal kementerian sendiri, bahwa transmigrasi hari ini bukan sekadar perpindahan penduduk,” ujar Iftitah.

Menurut Iftitah, pendekatan baru dalam program transmigrasi berfokus pada pembangunan wilayah berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan transmigrasi baru yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, dari sekadar perpindahan penduduk menjadi pembangunan kewilayahan yang berbasis investasi, industrialisasi, hilirisasi, dalam rangka menciptakan lebih banyak lapangan kerja, hingga dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” papar Iftitah.

Lima Program Unggulan Kementerian Transmigrasi

Dalam paparannya, Iftitah menjelaskan lima program utama yang menjadi fokus Kementerian Transmigrasi pada 2026. Program tersebut meliputi Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Gotong Royong, dan Trans Karya Nusa.

Program pertama, Trans Tuntas, berfokus pada penyelesaian persoalan lahan dan pemberian kepastian kepemilikan bagi masyarakat transmigran. Melalui program ini, pemerintah berupaya mempercepat penerbitan sertifikat tanah agar warga memperoleh kepastian hukum atas lahan yang ditempati.

Program kedua, Trans Lokal, ditujukan untuk memastikan masyarakat setempat tetap memperoleh manfaat dari pengembangan kawasan. Pemerintah berupaya menyediakan lingkungan permukiman yang dilengkapi fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah, serta sarana pendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Program ketiga, Trans Patriot, melibatkan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi. Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi mitra untuk berkontribusi melalui penelitian, kajian, dan pemberian rekomendasi bagi pengembangan kawasan.

Iftitah juga menyebut keterlibatan mahasiswa dari Technical University of Munich, Jerman, yang melakukan penelitian dan memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco-City.

Selanjutnya, Trans Gotong Royong diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membantu Pemerintah Kota Batam meningkatkan investasi agar aktivitas ekonomi di wilayah tersebut semakin berkembang.

Sementara itu, Trans Karya Nusa berfokus pada pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga lembaga yang berkaitan dengan pertanahan, kelautan, pekerjaan umum, dan pendidikan.

Revitalisasi dan Transformasi Kawasan

Dilansir dari Liputan6.com – Selain lima program unggulan tersebut, Kementerian Transmigrasi juga menjalankan dua agenda besar, yaitu revitalisasi dan transformasi. Revitalisasi ditujukan untuk memperbaiki kondisi kawasan transmigrasi yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur maupun persoalan administrasi lahan.

Iftitah menegaskan bahwa masyarakat transmigran yang telah tinggal selama puluhan tahun tetap menjadi perhatian pemerintah. Perbaikan akses jalan, penyediaan listrik, serta penyelesaian sertifikat tanah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Kita tentu tidak akan meninggalkan para transmigran yang puluhan tahun, mungkin sertifikatnya dia belum dapat, jalannya masih jelek, listriknya belum masuk seperti di Papua, kami kemarin baru memasukkan listrik setelah 81 tahun tidak punya listrik, ya, kemudian dan sebagainya, itu namanya program revitalisasi,” ucap dia.

Adapun transformasi diarahkan untuk mengubah pola kerja kementerian agar pembangunan kawasan transmigrasi lebih produktif dan berorientasi pada hasil. Pemerintah berharap pendekatan baru ini mampu menciptakan kawasan yang memiliki kegiatan ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui lima program unggulan dan dua agenda besar tersebut, Kementerian Transmigrasi berupaya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kolaborasi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...