JAMBI, NortonNews.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara yang kini masuk kategori berbahaya di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tebo.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup pada Sabtu (10/10/2026), ketiga wilayah tersebut tercatat mengalami kondisi kualitas udara yang berbahaya. Situasi ini sejalan dengan meningkatnya ketebalan kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut selama beberapa pekan terakhir.
Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Jambi, termasuk area di sekitar Jembatan Makalam. Kondisi tersebut tampak dari foto udara yang memperlihatkan wilayah kota tertutup asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dilansir dari detikNews – Karhutla yang masih terjadi menjadi salah satu persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kondisi udara di wilayah Jambi. Pekatnya asap menjadi gambaran situasi yang dihadapi masyarakat di tengah berlangsungnya kebakaran di sejumlah kawasan.
Pemantauan kualitas udara dan perkembangan karhutla menjadi hal penting untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan serta risiko yang mungkin dihadapi masyarakat. Data kualitas udara dapat menjadi acuan dalam memahami tingkat pencemaran yang terjadi di wilayah terdampak.
Kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya menunjukkan seriusnya dampak kabut asap karhutla di Jambi. Perkembangan situasi di wilayah tersebut masih perlu diperhatikan seiring dengan berlanjutnya kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.
















































You must be logged in to post a comment Login