Jakarta ,NortonNews – Perayaan ulang tahun yang semestinya menjadi momen penuh kebahagiaan justru berubah menjadi kejadian tragis bagi seorang siswi SMP di Batam, Kepulauan Riau. Maizatul Farhana menjadi korban prank ulang tahun yang dilakukan oleh teman-teman sekelasnya pada 19 November 2010.
Saat itu, Farhana sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-13. Namun, bukannya menerima kue atau hadiah, ia justru dibuat percaya bahwa dirinya telah mengambil ponsel dan sejumlah uang milik salah satu temannya.
Peristiwa yang terjadi lebih dari 10 tahun lalu tersebut kembali menjadi sorotan setelah sejumlah media mengangkat kembali kisahnya.
Mengutip laporan Popmama, teman-teman Farhana sebelumnya telah merancang prank tersebut. Ketika Farhana pergi ke kantin, sebuah ponsel dan uang tunai sengaja dimasukkan ke dalam tas miliknya.
Setelah Farhana kembali ke kelas, teman-temannya kemudian berpura-pura mencari barang yang hilang. Farhana pun dituduh sebagai orang yang mengambil ponsel dan uang tersebut.
Situasi semakin menegangkan ketika wali kelas turut dilibatkan dalam skenario prank. Tas milik para siswa kemudian diperiksa hingga ponsel dan uang yang sengaja disembunyikan akhirnya ditemukan di dalam tas Farhana.
Farhana disebut terkejut dan kebingungan karena tidak mengetahui bagaimana barang-barang tersebut bisa berada di dalam tasnya. Ia kemudian diminta maju ke depan kelas untuk memberikan penjelasan mengenai temuan tersebut.
Tekanan yang dialaminya disebut cukup berat hingga Farhana sempat pingsan. Setelah itu, teman-teman dan wali kelas baru mengungkap bahwa seluruh tuduhan tersebut hanyalah bagian dari prank ulang tahunnya.
Teman-temannya kemudian menyanyikan lagu ulang tahun untuk Farhana. Namun, kejutan yang awalnya dimaksudkan sebagai perayaan justru menimbulkan dampak yang tidak terduga.
Usai kejadian tersebut, Farhana disebut meminta izin untuk pulang lebih awal. Ketika tiba di rumah, keluarganya mulai melihat adanya perubahan dalam perilakunya.
Farhana terlihat lebih banyak diam dan tampak linglung. Ia juga beberapa kali disebut menangis histeris. Kondisinya kemudian terus memburuk hingga membuat keluarganya merasa khawatir.














































You must be logged in to post a comment Login