Connect with us

Hi, what are you looking for?

International

Harga Emas Dunia Turun ke US$ 4.145 per Ons, Tertekan Penguatan Dolar AS dan Tingginya Imbal Hasil Obligasi

NORTON NEWS, JAKARTA – Pergerakan harga emas dunia terpantau melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB. Menghentikan tren kenaikan yang sempat terjadi di awal sesi, komoditas logam mulia ini kembali tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) serta lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).
Berdasarkan data CNBC, harga emas di pasar spot terkoreksi sebesar 0,8 persen ke level US$ 4.145,68 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS tercatat mengalami penurunan 0,7 persen hingga bertengger di posisi US$ 4.173,50 per ons.
Meskipun nilai tukar dolar AS sempat menunjukkan penurunan tipis, pergerakannya secara akumulatif mingguan masih membukukan penguatan. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury AS untuk tenor 10 dan 30 tahun merangkak naik hingga menembus level tertinggi sejak tahun 2002. Tingginya imbal hasil aset obligasi ini memberikan tekanan bagi emas yang merupakan instrumen investasi tanpa imbal hasil (non-yielding asset).
Pada awal sesi perdagangan, harga emas sempat melonjak lebih dari 1 persen menyusul rilis data ketenagakerjaan AS bulan September yang melambat di bawah perkiraan pasar. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan penyerapan tenaga kerja sektor non-pertanian (non-farm payrolls) hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh meleset dari estimasi para ekonom survei Reuters sebesar 90.000. Angka bulan Agustus pun mengalami revisi ke bawah menjadi 133.000 dari laporan semula sebesar 162.000.
Analis Pasar Utama Bybit, Han Tan, menilai para investor emas masih bersikap hati-hati dalam merespons kondisi ekonomi saat ini.
“Para pelaku pasar tampaknya enggan terburu-buru mengambil risiko karena menyadari Bank Sentral AS (The Fed) masih cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat (hawkish). Arah pergerakan emas dalam beberapa bulan mendatang sangat bergantung pada sejauh mana The Fed bersedia menoleransi pelemahan di pasar tenaga kerja demi memprioritaskan penekanan inflasi,” terang Han Tan.
Sejak eskalasi konflik militer antara AS-Israel dengan Iran yang pecah pada akhir Februari lalu, harga emas telah merosot lebih dari 20 persen. Kekhawatiran akan dampak inflasi akibat gejolak geopolitik tersebut memicu spekulasi bahwa suku bunga acuan akan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Dilansir dari Liputan6 – Kendati demikian, rilis data inflasi terbaru yang melandai serta sinyal penolakan kenaikan suku bunga dari dua pejabat tinggi The Fed memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral bakal menahan suku bunga acuan pada akhir bulan ini. Berdasarkan indikator CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Oktober kini menyusut signifikan ke angka 22 persen, turun drastis dibanding posisi awal pekan yang mencapai 70 persen.
Analis dari Marex, Edward Meir, menambahkan bahwa analisis teknikal pergerakan emas saat ini masih dibayangi ketidakpastian.
“Gambaran teknikal pada grafik emas masih cenderung buram. Apabila siklus kenaikan suku bunga kembali berlanjut, harga emas berpotensi mengalami koreksi yang lebih dalam,” jelas Meir.
Pelemahan ini juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Harga perak di pasar spot tercatat merosot 1,1 persen ke posisi US$ 60,17 per ons, platina terkoreksi 1,9 persen menjadi US$ 1.692 per ons, serta paladium melemah 0,4 persen ke tingkat US$ 1.166,25 per ons.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...