JAKARTA, NortonNews.com – Rencana penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen atau E10 pada 2027 dinilai masih memungkinkan untuk dilakukan. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kesiapan industri, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur pendukung.
E10 merupakan jenis bensin yang mengandung campuran etanol sebesar 10 persen. Pemerintah sebelumnya menargetkan penerapan E10 mulai 2027 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bensin sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di dalam negeri.
Sejumlah persiapan terus dilakukan pemerintah dan pelaku industri untuk mendukung kebijakan tersebut. Pertamina, misalnya, telah menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung penggunaan bahan bakar berbasis etanol melalui produk Pertamax Green 95 yang menggunakan campuran etanol.
Dari sisi kendaraan, pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu sebelumnya menjelaskan bahwa campuran etanol 10 persen pada umumnya dapat digunakan kendaraan modern, terutama kendaraan injeksi keluaran 2010 ke atas. Material komponen seperti selang, seal, pompa, dan injektor pada kendaraan modern umumnya telah dirancang agar kompatibel dengan karakteristik bahan bakar tersebut.
Meski demikian, tantangan utama penerapan E10 berada pada ketersediaan etanol dalam negeri. Pemerintah sebelumnya menegaskan tidak ingin penerapan campuran etanol justru meningkatkan ketergantungan terhadap impor bahan baku. Karena itu, pembangunan industri etanol dan penyediaan bahan baku menjadi bagian penting dalam persiapan kebijakan.
Dilansir dari ANTARANEWS.COM – Bahan baku bioetanol yang tengah dipersiapkan antara lain berasal dari komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung. Pemerintah juga menyusun peta jalan peningkatan kadar campuran etanol secara bertahap, dari E10 menuju E20.
Sebelumnya, pemerintah juga sempat menyesuaikan target mandatori bioetanol karena persoalan ketersediaan pasokan. Pada Februari 2026, pejabat Kementerian ESDM menyampaikan bahwa target mandatori bioetanol 10 persen diarahkan untuk 2028 karena pasokan etanol belum mencukupi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan produksi dan pasokan menjadi faktor penting dalam menentukan waktu penerapan E10 secara luas.
Jika berbagai kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, penerapan E10 pada 2027 masih menjadi salah satu target yang tengah disiapkan pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperbesar pemanfaatan energi berbasis nabati sekaligus mengurangi kebutuhan impor bensin.











































You must be logged in to post a comment Login