BATANG, NortonNews.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertolak ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026), untuk memastikan penanganan warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gibran mengunjungi Batang sekaligus meminta proses investigasi terhadap dugaan keracunan tersebut segera diselesaikan. Ia menekankan bahwa hasil pemeriksaan perlu disampaikan secara terbuka agar dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
“Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat,” ujar Gibran dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Menurut Gibran, kondisi kesehatan para korban menjadi perhatian utama. Warga yang masih menjalani perawatan diminta mendapatkan pelayanan medis hingga dinyatakan pulih. Sementara mereka yang sudah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan tetap harus memperoleh akses pemeriksaan lanjutan.
Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan korban tidak dibebankan kepada keluarga. Mekanisme pembiayaan di fasilitas kesehatan yang menangani korban diminta berjalan dengan baik.
Penyebab Masih Diperiksa
Gibran mengatakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga masih dalam tahap pemeriksaan. Karena itu, pemerintah belum menetapkan makanan atau bahan tertentu sebagai penyebab kejadian.
Ia meminta proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
Selain mencari penyebab kejadian, evaluasi juga akan diarahkan pada sistem keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Hal yang menjadi perhatian antara lain standar kebersihan, waktu pengolahan makanan, penyimpanan, proses distribusi, hingga pengawasan di lapangan.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Batang telah melakukan pemeriksaan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang.
Dari pemeriksaan awal, BGN menemukan adanya proses pengolahan makanan yang dilakukan lebih awal dari ketentuan SOP. Makanan disebut mulai diolah sekitar pukul 19.30 WIB pada malam sebelum distribusi, sedangkan ketentuan yang disampaikan BGN mengatur proses pengolahan dimulai setelah pukul 02.00 dini hari.
Dilansir dari liputan6.com – Pemeriksaan juga mencakup kondisi fasilitas dapur serta aspek sanitasi. Namun, temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi dan belum dapat dijadikan kesimpulan tunggal mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga.
Sebelumnya, Pemkab Batang mencatat sebanyak 276 orang mengalami keluhan kesehatan dalam kasus tersebut. SPPG Bawang sendiri diketahui melayani sekitar 2.700 penerima manfaat setiap hari.
Gibran berharap hasil investigasi dan evaluasi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki pelaksanaan program, sekaligus memperkuat pengawasan keamanan pangan agar kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.
















































You must be logged in to post a comment Login