Jakarta ,NortonNews – Sebuah video yang menampilkan dugaan penghadangan ambulans pembawa jenazah oleh seorang oknum Satpol PP di Surabaya viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Taman Putro Agung Kulon arah Suramadu, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 19.05 WIB.
Ambulans milik BPJS Watch Cabang Surabaya saat itu tengah membawa jenazah dari RS SMS Surabaya menuju Dusun Panobun Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura.
Sopir Ceritakan Kronologi
Sopir ambulans bernama Jeki mengatakan, seorang anggota Satpol PP yang mengendarai sepeda motor telah mengikuti dan memepet ambulans sejak kawasan Jalan Kapas Krampung. Jeki awalnya mengira petugas tersebut merupakan keluarga pasien yang hendak membantu mengawal perjalanan.
Namun, ketika tiba di lokasi kejadian, petugas tersebut justru menghampiri ambulans dan mengetuk kaca pintu. Ia kemudian mempertanyakan penggunaan sirene yang dinilai tidak semestinya.
Menurut Jeki, petugas tersebut juga sempat menanyakan apakah ambulans membawa pasien atau keluarga. Padahal, di dalam kendaraan terdapat jenazah bersama tiga orang dewasa dan seorang anak dari pihak keluarga.
Pertanyaan tersebut membuat keluarga yang berada di dalam ambulans terpancing emosi. Salah seorang dari mereka bahkan sempat melempar botol air mineral berukuran kecil ke arah petugas.
Jeki juga menilai tindakan petugas tersebut kurang memperhatikan keselamatan lalu lintas. Ia menyebut sepeda motor yang digunakan petugas tidak dilengkapi kaca spion.
Satpol PP Sebut Hanya Terjadi Miskomunikasi
Satpol PP Kota Surabaya kemudian memberikan klarifikasi terkait kejadian yang viral tersebut. Plt Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, menegaskan bahwa anggotanya tidak bermaksud menghalangi perjalanan ambulans.
Irna menjelaskan, anggota bernama Dimas tersebut sedang menuju markas untuk menjalankan tugas malam di Kecamatan Bulak. Saat berada di jalan, Dimas melihat kedua kaca spion ambulans dalam kondisi tertutup sehingga menganggap kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan.
Dimas kemudian berusaha menyampaikan hal tersebut kepada pengemudi. Namun, suara sirene yang cukup keras membuat komunikasi tidak terdengar. Karena itu, ia mengetuk kaca ambulans agar dapat berbicara dengan pengemudi.
Setelah kaca dibuka dan Dimas melihat bahwa kendaraan tersebut membawa jenazah, ia langsung mempersilakan ambulans meneruskan perjalanan.
Satpol PP Surabaya telah memanggil Dimas untuk meminta penjelasan terkait kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada sanksi yang diberikan karena kejadian itu dinilai sebagai miskomunikasi di lapangan.
Selanjutnya, Camat Bulak berencana memfasilitasi mediasi antara petugas Satpol PP tersebut dengan pihak komunitas ambulans BPJS Watch Surabaya agar persoalan dapat diselesaikan dan tidak berlanjut.




















































You must be logged in to post a comment Login