Tangerang, Banten, NortonNews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan ketersediaan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada pada kondisi aman, dengan stok memenuhi batas minimum untuk kebutuhan selama 18–21 hari di tengah situasi geopolitik yang bergejolak.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan “pemerintah saat ini fokus memastikan ketersediaan cadangan BBM tetap memenuhi standar minimum, yakni untuk kebutuhan selama 18–21 hari”. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa.
Selain memastikan ketersediaan cadangan BBM, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah juga menjamin harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami perubahan karena mengikuti perkembangan harga di pasar global. Bahlil menjelaskan, penyesuaian tersebut berkaitan dengan pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).
Bahlil menjelaskan bahwa “harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga pasar global. Jika harga ICP meningkat, harga BBM nonsubsidi akan ikut naik, sedangkan penurunan harga ICP dapat mendorong penyesuaian harga ke bawah”, ujar bahlil.
Dilansir dari ANTARANEWS – Amerika Serikat (AS) belum lama ini melancarkan serangan militer ke sejumlah lokasi di Iran. Serangan tersebut terjadi ketika perundingan mengenai sengketa pelayaran di Selat Hormuz mengalami kebuntuan. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis yang berperan penting dalam distribusi energi dan perdagangan dunia.
Situasi tersebut terjadi meski AS dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas serta aset militer AS yang berada di beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Serangkaian serangan itu dilaporkan menyebabkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas sipil. Kondisi tersebut memicu kecaman dari negara-negara yang terdampak dan mendorong munculnya seruan agar serangan dihentikan.
AS dan Israel diketahui melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari. Pemerintah Iran menyatakan konflik tersebut telah menyebabkan lebih dari 3.000 orang meninggal dunia. Iran kemudian melakukan serangan balasan yang dilaporkan menewaskan sejumlah warga negara Amerika Serikat dan Israel.
#NortonNews
#KonflikIran
#SelatHormuz
#Geopolitik





















































You must be logged in to post a comment Login