Jakarta,NortonNews – Pemerintah Rusia sempat memblokir akses ke platform gim Roblox pada Desember 2025. Kebijakan tersebut diambil setelah otoritas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, menilai platform tersebut memuat berbagai konten yang dianggap bertentangan dengan regulasi negara.
Roskomnadzor menyatakan Roblox diduga mengandung materi ekstremisme, propaganda LGBT, serta konten lain yang dinilai berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan moral dan spiritual anak-anak.
Selain itu, pemerintah Rusia juga menyoroti adanya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak serta beredarnya konten eksplisit di dalam platform sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan pemblokiran.
Menurut regulator tersebut, berbagai konten yang tersedia di Roblox dinilai belum sepenuhnya aman bagi pengguna anak-anak sehingga dianggap berisiko terhadap keamanan digital generasi muda.
Menanggapi kebijakan itu, pihak Roblox menyatakan akan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di Rusia. Perusahaan juga berkomitmen memperkuat perlindungan bagi pengguna anak melalui pembatasan akses berdasarkan usia serta peningkatan sistem moderasi konten.
Setelah Roblox memenuhi sejumlah persyaratan keamanan tambahan yang ditetapkan pemerintah Rusia, akses terhadap platform tersebut kembali dibuka pada Juni 2026.





















































You must be logged in to post a comment Login