Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kalau dikala ini keadaan global terus menjadi memburuk. Gabungan inflasi yang besar serta pengetatan moneter semakin memojokkan ekonomi banyak negeri mengarah pelemahan.
Sehingga diprediksi Amerika Serikat, Inggris, Cina serta Eropa jadi negara- negara yang sulit mengelak dari resesi.
Bagi Sri Mulyani, terdapat negara- negara yang terbilang terjamin dari guncangan resesi. Emerging countries, semacam Indonesia, India, Brazil serta Meksiko juga dinilai dalam keadaan yang baik.
” Emerging countries, semacam India, Indonesia serta Brazil, Meksiko relatif dalam suasana lumayan baik,” ucap Sri Mulyani dalam seminar nasional di DPR RI, Rabu( 19/ 10).
Walaupun begitu, negara- negara ini senantiasa berisiko terserang dampak samping resesi dari negara- negara maju. Bersumber pada informasi international monetary fund( IMF), India diperkirakan akan berkembang 6, 8 persen pada tahun ini serta 6, 1 persen tahun depan.
Sementara itu, IMF memperkirakan Indonesia berkembang 5, 3 persen tahun ini serta 5 persen pada 2023. Buat itu, Sri Mulyani memohon mewaspadai keadaan eksternal, walaupun Indonesia masih diprediksi berkembang di atas 5 persen pada 2022 serta 2023.
” Bagaimanapun, keadaan eksternal aspek pengaruhi ekonomi kita,” ungkapnya.
Di sisi lain, resiko ini diakibatkan oleh peningkatan cost of fund serta default di banyak negeri yang telah dalam posisi exposure utangnya lumayan besar. Perihal ini pula jadi ulasan pada pertemuan G20 menimpa global financial net di Washington DC beberapa waktu lalu.
” Seberapa banyak negeri yang bakal masuk ke dalam krisis default yang setelah itu timbul ke dalam wujud krisis ekonomi,” pungkasnya.
Source:
Kumparan















































You must be logged in to post a comment Login