Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Relawan WNI GSF Klaim Alami Dugaan Penyiksaan Saat Ditahan di Laut Mediterania

NortonNews.com  – Relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 asal Indonesia, Rahendro Herubowo, menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya saat ditahan oleh otoritas Israel setelah kapal kemanusiaan yang ia tumpangi dicegat di wilayah Mediterranean Sea.

Pria yang akrab disapa Heru tersebut mengaku mengalami perlakuan fisik serta tekanan psikologis selama ditahan di kapal milik otoritas Israel. Ia menyebut para relawan ditempatkan dalam kondisi yang tidak manusiawi sejak awal penahanan.

Heru menjelaskan bahwa mereka mengalami berbagai bentuk kekerasan dan dipaksa bertahan dalam situasi yang sangat tidak nyaman. Para relawan juga ditempatkan di ruang terbatas dengan kondisi yang tidak layak selama masa penahanan di wilayah Mediterranean Sea.

Selain itu, ia menuturkan bahwa para relawan harus menghadapi suhu dingin selama beberapa hari tanpa kejelasan tujuan perjalanan. Keterbatasan makanan serta larangan menggunakan pakaian yang memadai turut memperburuk kondisi mereka.

Heru juga menggambarkan situasi di dalam kapal seperti berada di dalam kontainer, di mana kapal tahanan terus berputar selama sekitar tiga hari di laut tanpa mereka mengetahui arah atau tujuan akhirnya.

Ia menuturkan bahwa para relawan terpaksa menahan rasa lapar dan dingin karena hanya diperbolehkan memakai pakaian yang mereka kenakan saat penangkapan berlangsung.

Heru juga mengungkap dugaan kekerasan fisik yang dialaminya sejak awal dibawa ke kapal tahanan oleh otoritas Israel. Ia mengatakan sempat ditelungkupkan, disiram air, dan kemudian mengalami kekerasan di ruang transisi tahanan.

Menurut pengakuannya, ia dipukul berkali-kali di bagian kepala, lalu tubuh bagian depan dan belakangnya juga mendapat pukulan hingga sempat terjatuh dan diinjak oleh petugas.

Dilansir dari Lambeturah.co.id – Ia juga menyebut adanya tindakan penyetruman terhadap dirinya, yang baru berhenti setelah ia berteriak meminta pertolongan.

Setelah kejadian tersebut, Heru mengaku melihat sejumlah aktivis lain yang juga ditahan, bahkan ia menyebut dirinya mendapatkan nomor urut 82 di kapal tahanan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa terdapat beberapa kapal tahanan yang digunakan untuk menampung para aktivis di wilayah Mediterranean Sea.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah memastikan bahwa sembilan WNI yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan dan dipulangkan ke Tanah Air setelah sempat ditahan militer Israel. Pemerintah RI juga mengecam tindakan tersebut karena dianggap melanggar hukum internasional, terutama karena pencegatan kapal sipil di perairan internasional.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...