JAKARTA, NortonNews.com – Sopir dan mekanik bajaj di Jakarta masih berusaha mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern yang semakin menggeser keberadaan angkutan tradisional di Ibu Kota.
Menurunnya popularitas bajaj membuat para pengemudi yang telah puluhan tahun mengandalkan kendaraan tersebut mulai menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan pekerjaan mereka.
Dilansir dari Kompas.com – Samin (65), sopir bajaj yang telah menggeluti pekerjaannya sejak era bajaj berwarna oranye lebih dari tiga dekade lalu, mengungkapkan bahwa kondisi yang dihadapinya saat ini menjadi salah satu periode paling sulit dalam kehidupannya.
“Sekarang bajaj sudah jarang dilirik.
Dalam sehari, terkadang saya hanya mendapat dua atau tiga penumpang.
Penghasilan Rp100.000 saja tidak selalu didapat, sementara masih harus dipotong untuk biaya isi gas dan makan,” ujar Samin saat ditemui Kompas.com di sentra perbaikan bajaj, Jalan Makmur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).























































You must be logged in to post a comment Login