JAKARTA, NortonNews.com – Kriminolog sekaligus psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti penyebaran sketsa wajah yang digunakan untuk mengidentifikasi pelaku pengeroyokan Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Ia menilai tingkat akurasi sketsa tersebut perlu dicermati, terutama jika dibuat berdasarkan ingatan saksi yang melihat kejadian dalam kondisi penuh tekanan atau situasi kritis.
Reza mengatakan, dari perspektif psikologi forensik, penggunaan sketsa wajah dalam kondisi tersebut dinilai tidak terlalu efektif.
Menurutnya, situasi yang kritis dan menegangkan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat secara akurat.
Karena itu, ia menilai ingatan saksi yang dijadikan dasar pembuatan sketsa wajah berpotensi memiliki tingkat ketepatan yang rendah.
Reza turut mempertanyakan sejauh mana penyebaran sketsa wajah kepada publik dapat efektif dalam membantu mengungkap dan menemukan pelaku.
Ia mempertanyakan apakah masyarakat benar-benar akan mencermati orang-orang di sekitarnya setelah sketsa tersebut disebarluaskan, kemudian menemukan sosok yang memiliki kemiripan dengan gambar itu.
Dilansir dari Kompas.com – Menurutnya, karakteristik wajah dalam sketsa yang dirilis kepolisian masih terlalu umum sehingga berpotensi menyerupai banyak orang.























































You must be logged in to post a comment Login