JAKARTA, NortonNews.com – Mantan Menteri Agama ad interim Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah meminta masukan dari Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, terkait keputusan penambahan kuota haji sebanyak 10.000 jemaah pada 2022.
Dalam persidangan, Yaqut yang ketika itu sedang berada di Arab Saudi mempertanyakan apakah Muhadjir pernah menghubunginya melalui telepon atau meminta pertimbangan lewat Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU).
“Apakah saat itu Pak Muhadjir pernah menghubungi saya atau meminta pertimbangan terkait tambahan 10.000 kuota haji? Ketika itu saya sudah berada di Arab Saudi.
Apakah melalui telepon atau lewat Dirjen PHU, misalnya untuk membahas apakah tambahan kuota tersebut ditolak, diterima, atau dialihkan ke Muzdalifah? Apakah pernah dilakukan, Pak Muhadjir?” tanya Yaqut.
“Tidak, tidak sempat. Saya tidak pernah berkomunikasi dengan beliau maupun jajaran di bawahnya, termasuk Dirjen PHU, baik secara langsung maupun melalui komunikasi elektronik,” ujar Muhadjir.
Dilansir dari Kompas.com – Ia menjelaskan, komunikasi yang lebih intensif justru dilakukan bersama Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.
“Intinya, komunikasi yang paling intens dari pihak kementerian saat itu memang kami lakukan dengan Pelaksana Tugas Sekjen, terutama untuk membahas berbagai hal,” ujar Muhadjir.























































You must be logged in to post a comment Login