
Bekasi, 20 Juni 2026-SAPA Lansia Vol. 2 menghadirkan acara utama pada hari Sabtu, 20 Juni 2026 di Halaman Kecamatan Jatiasih sebagai puncak rangkaian program Community Development mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-1TP yang berfokus pada pemberdayaan lansia melalui pelestarian budaya serta penguatan hubungan antargenerasi, Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Kecamatan Jatiasih ini menjadi wadah bagi lansia untuk menunjukkan hasil karya, berbagi pengalaman, serta memperoleh apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Program ini turut melibatkan Sekolah Lansia SELASIH sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Mengusung tema “Panggung Ceria: Cerita Karya Lansia,” program SAPA Lansia Vol. 2 hadir sebagai ruang apresiasi serta pemberdayaan bag: lansia melalui berbagai kegiatan yang mendorong mereka untuk tetap aktif, produktif, serta terus berkarya. Tema ini menyoroti bahwa setiap karya yang dihasilkan lansia, khususnya melalui proses membatik, memiliki cerita, makna serta perjalanan tersendiri di balik pembuatannya. Melalui SAPA Lansia Vol. 2, lansia diajak untuk mengekspresikan kreativitas, sekaligus. membuktikan bahwa keterbatasan usia bukanlah penghalang untuk terus berkreasi, berdaya serta memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya dan masyarakat luas.
Acara utama diawali dengan sesi press conference yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang berperan dalam mendukung pemberdayaan lansia. Sesi ini menghadirkan Barito Hakim Putra selaku Ketua Komunitas Batik Bekasi, Chan Widyatno selaku Kepala Sekolah Lansia Jatiasih, Rizka Septiana, M.Si. selaku Dosen Community Development LSPR Institute of Communication and Business, serta Hafidah Anindya Priyambodo selaku Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2.

Dalam sesi tersebut, para narasumber membahas pentingnya menciptakan ruang yang inklusif bagi lansia untuk tetap aktif, produktif, dan berdaya melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif. Diskusi juga menyoroti peran kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup lansia serta mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih ramah terhadap kelompok usia lanjut
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah fashion show Batik SELASIH yang menampilkan karya batik hasil proses kreatif para peserta selama kegiatan pra-acara. Karya-karya tersebut menjadi bukti bahwa lansia tetap memiliki kemampuan untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Selain itu, peserta dari SELASIH juga menampilkan pertunjukan angklung dan tari line dance. Melalui penampilan tersebut menunjukkan bahwa usia tidak menjadi batasan untuk terus berkarya, belajar dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial maupun budaya

Selain menampilkan hasil karya peserta, SAPA Lansia Vol. 2 turut menyatukan hasil karya Lansia SELASIH dalam bentuk majalah SELASIH yang berisi dokumentasi kegiatan, perjalanan program, serta berbagai karya yang telah dihasilkan peserta. Majalah tersebut diharapkan dapat menjadi media dokumentasi sekaligus kenang-kenangan yang dapat menyimpan berbagai momen berharga selama pelaksanaan program. Kehadiran majalah ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perjalanan dan kontribusi para lansia yang terlibat dalam kegiatan. Rangkaian kegiatan nantinya akan ditutup dengan sesi senam dan makan bersama lansia sebagai bentuk kebersamaan dan kehangatan antara lansia dengan generasi muda
Melalui SAPA Lansia Vol. 2, kami ingin mendukung lansia untuk terus aktif, berdaya dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pentingnya peran lansia dalam menjaga nilai budaya dan memperkuat hubungan antargenerasi” ujar Hafidah selaku ketua pelaksana SAPA Lansia Vol. 2
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SELASIH, Mami Chan, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin dalam program ini. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan lansia dalam aktivitas kreatif tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk terus berkembang, tetapi juga menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri serta menunjukkan potensi yang dimiliki.
“Kami percaya bahwa setiap lansia memiliki kemampuan dan pengalaman berharga yang patut diapresiasi. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, mereka dapat tetap aktif, produktif, dan merasa dihargai. Kami berharap semakin banyak pihak yang turut memberikan perhatian serta dukungan terhadap pemberdayaan lansia melalui program-program yang bermakna dan berkelanjutan,” ujar Mami Chan
Melalui penyelenggaraan acara utama SAPA Lansia Vol.2, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi para lansia melalui berbagai kegiatan yang mendorong interaksi sosial, kebersamaan dan kreativitas. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara generasi muda dan lansia serta berbagai pihak dapat menciptakan dampak sosial yang positif.




















































You must be logged in to post a comment Login