NortonNews.com – Satreskrim Polres Wajo mengungkap kasus pembunuhan remaja asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang jasadnya ditemukan di area kebun wilayah Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam usai mayat korban ditemukan.
Pelaku berinisial A (17), warga Dadeko, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu. Ia diamankan tim Resmob Polres Wajo di kediamannya tanpa perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Wajo, Iptu Fahrul, mengatakan kasus ini terungkap setelah adanya laporan penemuan mayat di Jalan Sepakat, Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, pada Kamis (14/5/2026).
Korban berinisial MAA (18) pertama kali ditemukan oleh warga bernama Syarifuddin saat hendak menuju kebun milik pamannya. Saksi awalnya mencium aroma menyengat sebelum menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, petugas akhirnya mengetahui keberadaan pelaku dan segera melakukan penangkapan.
Dalam pemeriksaan, A mengaku telah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas. Aksi tersebut diduga dipicu rasa sakit hati terhadap korban.
Dilansir dari Lambeturah.co.id – Berdasarkan keterangan pelaku, korban sering meminta ibunya agar berpisah dari ayah tirinya. Korban juga disebut pernah mengungkapkan keinginan menikahi ibu pelaku, yang kemudian memicu emosi pelaku.
Pelaku lalu mengajak korban bertemu di kebun durian milik pamannya sebelum menyerangnya menggunakan parang.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka tebas pada bagian leher, kepala, dan betis. Setelah kejadian, pelaku meninggalkan korban di lokasi.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit iPhone 11 Pro Max warna putih, sepeda motor CRF hitam, parang yang digunakan pelaku, pakaian yang dikenakan saat kejadian, serta helm dan goggles milik korban.
Kini pelaku telah diamankan di Posko Resmob Polres Wajo guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Di sisi lain, Kepala Desa Temboe, Azis Tajuddin, membenarkan korban merupakan warganya. Ia menyebut korban sebelumnya tinggal di sekitar bekas Kantor Kehutanan Desa Temboe dan telah berhenti sekolah setelah lulus dari MTs Temboe.
Azis juga mengatakan korban sudah meninggalkan rumah sekitar satu minggu sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat pergi menggunakan sepeda motornya, korban tidak memberi tahu keluarga mengenai tujuan perjalanannya.






















































You must be logged in to post a comment Login