NortonNews – Yordania melancarkan serangan udara terhadap kelompok yang disebut sebagai organisasi teroris di wilayah Suriah. Serangan tersebut dilakukan setelah insiden penembakan saat prosesi pemakaman umat Kristen di Yordania yang menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.
Pejabat kesehatan Suriah melaporkan bahwa serangan udara di sebuah desa di Provinsi Daraa, Suriah selatan, mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Korban disebut termasuk perempuan, anak-anak, dan seorang pria lanjut usia. Sementara itu, pihak Yordania menyatakan serangan jet tempurnya menewaskan dan melukai sejumlah orang yang mereka sebut sebagai teroris.
Pemerintah Yordania menyebut operasi tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah Suriah. Namun, pihak Suriah menyatakan tidak menerima pemberitahuan mengenai serangan yang berlangsung pada Senin (26/10/2026). Sebagai respons, Suriah mengumumkan penutupan salah satu jalur perbatasan dengan Yordania, yakni Perlintasan Nassib, yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan dan perjalanan penumpang antara kedua negara.
Otoritas Suriah menyatakan penutupan tersebut berlaku untuk lalu lintas penumpang dan perdagangan dari kedua arah. Pemerintah setempat juga membuka komunikasi langsung dengan pejabat Yordania serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui latar belakang serangan tersebut.
Sebelumnya, penembakan terjadi ketika jemaat menghadiri prosesi pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di Desa Hammoud, Provinsi Karak, Yordania, pada Jumat (23/10/2026). Insiden tersebut menewaskan sembilan orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka. Para saksi menggambarkan suasana kepanikan ketika sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang berada di sekitar gereja.
Dilansir dari detik.com – Pada Senin (26/10/2026), aparat keamanan Yordania menangkap tiga orang yang terdiri atas dua saudara kandung dan saudara ipar mereka. Ketiganya diduga terlibat dalam serangan tersebut dan ditemukan bersembunyi di sebuah rumah kosong di Karak. Meski demikian, pihak berwenang menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan identitas dan kemungkinan keterkaitan para pelaku dengan kelompok tertentu.
Raja Yordania Abdullah II sebelumnya memerintahkan aparat keamanan memburu pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas dan para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemerintah juga menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari setelah insiden itu.
Serangan terhadap gereja tersebut mendapat kecaman dari Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem. Lembaga keagamaan itu menegaskan bahwa kekerasan tersebut tidak akan memecah persatuan umat Kristen dan Muslim di Yordania. Kecaman juga disampaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Lebanon Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.
Hingga laporan tersebut disampaikan, penyelidikan terhadap penembakan gereja masih berlangsung, sementara serangan udara Yordania di Suriah memunculkan persoalan baru terkait hubungan dan koordinasi keamanan kedua negara. Pemerintah Suriah dan Yordania masih perlu mengklarifikasi sejumlah hal terkait operasi tersebut, termasuk dampaknya terhadap warga sipil dan penutupan perbatasan.
You must be logged in to post a comment Login