Roro menyampaikan bahwa melalui rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja sama perdagangan yang terbuka, inklusif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di sela agenda ASEAN Economic Ministers Retreat ke-32 yang digelar di Taguig, Filipina, pada Jumat (13/3).
Dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, Roro menyoroti perkembangan positif hubungan dagang antara kedua negara. Nilai perdagangan Indonesia dan Singapura tercatat meningkat sekitar 14,6 persen dalam lima tahun terakhir, dari 16,85 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 19,32 miliar dolar AS pada 2025.
Menurutnya, kerja sama perdagangan dengan Singapura masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang, terutama dalam mendorong ekspor produk Indonesia yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Indonesia juga kembali menegaskan komitmennya melanjutkan proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Indonesia menilai perjanjian tersebut sebagai kerangka perdagangan modern yang dapat memperkuat integrasi ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
Selain itu, kedua pihak turut membahas sejumlah agenda kerja sama ekonomi regional, seperti perkembangan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan implementasi Regional Comprehensive EconoWamendagmic Partnership (RCEP), serta berbagai inisiatif untuk memperkuat perdagangan dan investasi kawasan.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Sim Tze Tzin, Roro juga membahas penguatan hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Malaysia.
Pada 2025, total nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai 24,22 miliar dolar AS. Indonesia melihat peluang besar untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan kerja sama di berbagai sektor bernilai tambah.
Pertemuan tersebut juga menyinggung rencana penguatan mekanisme kerja sama bilateral, termasuk penyelenggaraan Joint Trade and Investment Committee (JTIC) serta peningkatan kolaborasi investasi melalui Malaysia-Indonesia Investment Committee (MIIC).
Selain itu, kedua negara turut membahas perkembangan kerja sama perdagangan di kawasan perbatasan, termasuk implementasi Border Trade Agreement 2023 dan upaya mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas di wilayah EntikongβTebedu border crossing.
Roro menegaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan perdagangan yang kuat dan masih memiliki banyak peluang untuk memperluas kerja sama, termasuk melalui peningkatan perdagangan bernilai tambah dan penguatan konektivitas ekonomi di kawasan perbatasan. π€π
You must be logged in to post a comment Login