NortonNews.com- Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menanggapi permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon Sianipar, tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Gibran menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gibran dalam keterangannya pada Kamis (12/3/2026).
Wapres Gibran Rakabuming Raka turut menghargai langkah Rismon Sianipar yang memberikan klarifikasi dan membuka diri untuk meninjau ulang pernyataannya. Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.
Dilansir dari Kompas.com- Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tuduhan ijazah palsu terhadap Joko Widodo usai menjalani rangkaian penyidikan yang panjang.
Para tersangka selanjutnya dibagi ke dalam dua klaster berdasarkan dugaan perbuatannya.
Klaster pertama dikenakan Pasal 160 KUHP terkait dugaan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum, dengan anggota yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis.Adapun klaster kedua berisi Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Ketiganya dijerat Pasal 32 ayat (1) serta PasalDikutip dari Kompas TV, Rismon Sianipar akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada Joko Widodo beserta keluarganya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah ia menemukan temuan terbaru dalam penelitiannya mengenai ijazah.
“Sebagai peneliti, saya menyampaikan permohonan maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi atas temuan terbaru yang saya sampaikan,” kata Rismon dalam pernyataannya di kanal YouTube Balige Academy pada Kamis (12/3/2026), seperti dikutip Kompas TV.
Ia juga mengakui terdapat kekeliruan dalam penelitian yang sebelumnya ia tuliskan dalam buku Jokowi’s White Paper.
You must be logged in to post a comment Login