Bankalan,Norton News- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima pelajar di sejumlah wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dinilai belum memenuhi standar gizi. Berdasarkan kondisi tersebut, muncul usulan agar tenaga kesehatan dilibatkan dalam pengawasan kualitas makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Ketua Humas PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang juga Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, Farhat Suryaningrat, menilai program MBG merupakan inisiatif yang baik. Meski demikian, ia menyebut kualitas gizi MBG di sejumlah wilayah Bangkalan masih perlu ditingkatkan.
Dilansir Dari Kompas- MBG“Di beberapa lokasi pelaksanaannya sudah berjalan baik, namun di titik lain masih bersifat situasional dan perlu pembenahan,” kata Farhat di Bangkalan, Minggu (1/2/2026). Ia mengusulkan agar tenaga kesehatan turut menjadi penerima MBG sehingga makanan yang diterima dapat sekaligus digunakan sebagai sarana pengawasan kualitas gizi.
“Ini hanyalah sebuah usulan. Tenaga kesehatan bisa menjadi penerima MBG, sekaligus berfungsi untuk memantau kualitas gizinya,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pengawasan ketat terhadap gizi dalam program MBG sangat penting, karena program ini menjangkau banyak penerima sehingga standar gizi harus terpenuhi dan menjadi prioritas.
Belakangan, program MBG juga menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kasus keracunan, makanan basi, kontaminasi ulat, hingga porsi yang terlalu kecil dan penggunaan makanan olahan (UPF).
Seiring berjalannya waktu, jumlah SPPG terus meningkat. Di Bangkalan, saat ini sudah ada 60 unit SPPG yang beroperasi dari total 80 unit yang terdaftar.Farhat menyatakan bahwa rumah sakit dan puskesmas memiliki banyak tenaga kesehatan yang dapat dilibatkan untuk mengawasi kualitas makanan. “Tenaga kesehatan manapun bisa ikut, baik dari rumah sakit maupun puskesmas,” ujarnya. Sementara itu, Subaidi, pemilik SPPG Arok, menegaskan bahwa dapurnya selalu menjaga mutu makanan sebelum dibagikan. Ia memilih bahan unggulan, termasuk produk lokal seperti beras dan kacang panjang, dan juga menyerap tenaga kerja setempat untuk mendukung perekonomian masyarakat.
You must be logged in to post a comment Login