Jakarta,NortonNews.com – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan bahwa pemerintah Turki telah melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran untuk mendorong penghentian perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Menurut Hakan, situasi saat ini menuntut upaya diplomasi yang lebih kuat melalui negosiasi dan dialog. Hal tersebut ia sampaikan pada Kamis (12/3) dalam pernyataan yang dikutip AFP.
Ia menambahkan bahwa Turki terus menjalin komunikasi dengan kedua pihak. “Kami berbicara dengan Iran dan juga dengan Amerika. Konflik ini harus segera dihentikan secepat mungkin,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan juga memperingatkan bahwa konflik di Iran berpotensi meluas dan memperparah situasi di Timur Tengah, terutama setelah meningkatnya ketegangan akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai kemungkinan eskalasi konflik yang semakin meluas kini menjadi kekhawatiran serius bagi banyak pihak.
Sebagai konteks, Fidan sebelumnya juga mengingatkan bahwa setiap krisis besar di Iran dapat memicu efek berantai yang menyebar ke seluruh kawasan dan menimbulkan instabilitas regional.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan bahwa kedaulatan dan keutuhan wilayah Iran harus dihormati sepenuhnya. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada upaya untuk menjatuhkan pemerintahan yang berkuasa di negara tersebut, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan itu disampaikan Fidan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, seraya menegaskan pentingnya menghormati integritas teritorial Iran dan menghindari langkah yang dapat memicu perubahan rezim secara paksa.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan juga mendesak Israel agar segera menghentikan serangan militernya ke Lebanon. Ia memperingatkan bahwa negara tersebut berisiko mengalami keruntuhan apabila serangan terus berlanjut.
Dilansir dari CNN Indonesia – Fidan menilai aksi pengeboman yang dilakukan Israel terhadap Lebanon sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Ia menegaskan bahwa serangan tersebut harus segera dihentikan sebelum kondisi di Lebanon semakin memburuk dan berujung pada runtuhnya negara itu.
Pada akhir Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Iran kemudian merespons dengan melakukan serangan balasan yang menargetkan Israel serta sejumlah aset militer AS di kawasan Timur Tengah. Di saat yang sama, Iran juga menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Di tengah meningkatnya konflik tersebut, Israel turut melancarkan serangan udara intensif terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Akibat serangan itu, lebih dari 500 orang dilaporkan meninggal dunia.
Peningkatan ketegangan antara Israel dan Hizbullah berpotensi memperburuk krisis ekonomi yang telah lama melanda Lebanon selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, Hizbullah dan Israel sempat menyepakati gencatan senjata pada November 2024. Namun, kesepakatan tersebut berkali-kali dilanggar, dengan kedua pihak masih melancarkan serangan di berbagai wilayah Lebanon hampir setiap hari.
You must be logged in to post a comment Login