nortonNews.com – Eko menjelaskan kecelakaan tidak dapat dihindari karena jarak kereta sudah terlalu dekat. Mobil pun terpental sekitar 20 meter hingga masuk ke area persawahan.
“Karena jarak sudah sangat dekat, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian depan kiri Toyota Avanza. Akibatnya mobil terpental kurang lebih 20 meter, sempat menghantam tiang Indihome, lalu terlempar ke arah selatan hingga masuk ke sawah,” ungkap Eko.
Menurutnya, insiden ini terjadi akibat kurangnya kewaspadaan pengemudi saat melintasi perlintasan kereta.
“Pengemudi seharusnya berhenti ketika sinyal berbunyi, palang pintu mulai tertutup, atau ada tanda lain di perlintasan sebidang antara rel dan jalan,” jelas Eko.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tragis antara mobil dan kereta api terjadi di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Peristiwa tersebut menewaskan empat orang.
“Benar terjadi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek rute Jakarta–Surabaya dengan sebuah mobil di perlintasan Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Laporan lengkap masih menyusul,” ujar Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, Jumat (1/5) pagi.
Dilansir dari Detik.com – Arif menuturkan, terdapat sembilan penumpang di dalam mobil, dengan empat orang dinyatakan meninggal dunia.
“Korban selamat antara lain sopir bernama Kardi (50), perangkat Desa Mlowokarangtalun, Darwati (50), Jakinem (70), serta dua orang lainnya yang belum teridentifikasi,” kata Arif.
“Korban meninggal dunia yakni Pipi (8) dan tiga orang lainnya yang identitasnya masih dalam proses pendataan,” pungkasnya.
You must be logged in to post a comment Login