Jakarta, Norton News – Dikutip dari Kompas.com, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat Rizki Natakusumah mengungkapkan bahwa pengembang Koin Jagat harus diberikan kesempatan untuk berinovasi, namun tetap perlu menjaga ketertiban umum.
Rizki mengingatkan agar semangat masyarakat terhadap aplikasi itu tidak mengganggu kesejahteraan warga. “Mereka juga harus memperhatikan ketertiban umum.
Semangat masyarakat yang besar terhadap aplikasi tersebut jangan sampai mengganggu kenyamanan aktivitas publik,” kata Rizki Senin lalu (13/1/2025). “Sebagai pengembang, setiap penyelenggara sistem elektronik (PSE) harus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Rizki menyampaikan, developer juga perlu memperhatikan area-area sensitif, seperti kantor pemerintahan strategis, kepolisian, dan militer, yang tentu tidak boleh menjadi tempat bermain.
Penegak hukum juga harus berperan dalam mengatur kemungkinan pelanggaran yang ada. Rizki juga meminta agar pemerintah memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai aplikasi tersebut yang berdampak serius pada privasi dan keamanan data pribadi.
“Ini sangat penting dilakukan karena para pembuat kebijakan perlu mengurangi risiko terkait penyalahgunaan data pribadi dan kejahatan siber,” kata politikus dari Partai Demokrat itu.
Fenomena pencarian koin digital melalui aplikasi Jagat sedang menjadi popular di berbagai kota besar, terutama di Jakarta. Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi oleh para pencari koin dalam sepekan terakhir.
Seorang petugas keamanan di GBK, yang minta identitasnya tidak disebutkan, mengatakan bahwa jumlah orang yang datang untuk mencari koin Jagat cukup besar.
“Sudah seminggu banyak yang datang untuk cari koin Jagat itu,” ujar petugas itu kepada Kompas.com, pada hari Minggu (12/1/2025). Meskipun terlihat mudah, pencarian koin Jagat ternyata mengakibatkan efek negatif pada fasilitas umum.
Baca Juga: KAI Rilis Gapeka 2025, Durasi Perjalanan Lebih Pendek dan Jumlah Perjalanan KA Bertambah
Berdasarkan penjelasan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Hadi Sulistia, kerusakan di GBK sangat serius, termasuk paving block yang diangkat dan tanaman yang terinjak.
“Kerusakan tiang lampu, banyak paving dibongkar, kerusakan tanaman dan taman, serta potensi kerawanan lainnya muncul,”ungkap Hadi saat dihubungi pada hari Minggu.
Hadi juga menyoroti kurangnya koordinasi dari pihak aplikasi Jagat terkait penggunaan area GBK. “Jagat koin tidak pernah berkoordinasi atau meminta izin menggunakan kawasan GBK sebagai area penerapan aplikasi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, di Surabaya, Satpol PP juga mulai meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan pencarian koin Jagat, terutama setelah menerima laporan mengenai kerusakan fasilitas umum.
You must be logged in to post a comment Login