SEOUL, NortonNews.com – Perselisihan hukum antara agensi hiburan ADOR, mantan anggota NewJeans Danielle Marsh, dan mantan CEO ADOR Min Hee Jin kembali berlanjut di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Korea Selatan, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Persidangan terbaru ini membahas dugaan kerugian finansial yang diklaim ADOR setelah para anggota NewJeans mengumumkan keinginan untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka pada November 2024.
Dilansir dari detikPop –yang mengutip laporan Korea JoongAng Daily pada Jumat, 23 Oktober 2026, sidang tersebut masih diwarnai perbedaan pendapat antara pihak penggugat dan tergugat. Salah satu persoalan utama yang dibahas adalah proses penghitungan kerugian perusahaan, termasuk pengaruh absennya Min Hee Jin terhadap potensi pendapatan grup tersebut.
ADOR menilai keputusan dan tindakan yang berkaitan dengan konflik kontrak telah berdampak terhadap kegiatan bisnis NewJeans. Sementara itu, pihak Danielle dan Min Hee Jin mempertanyakan metode penghitungan kerugian yang digunakan serta proses penyerahan dokumen yang diperlukan untuk penilaian oleh ahli.
Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan nilai ganti rugi yang mencapai puluhan miliar won. Meski demikian, hingga persidangan pada 22 Oktober tersebut, pengadilan belum menetapkan keputusan akhir mengenai tanggung jawab para tergugat maupun besaran kerugian yang harus dibayarkan.
Pihak Danielle dan Min Hee Jin Pertanyakan Penyerahan Dokumen
Salah satu hal yang memicu perdebatan dalam persidangan adalah proses penyampaian dokumen kepada ahli yang ditunjuk pengadilan untuk menghitung potensi kerugian ADOR. Pada 2 Juli 2026, pengadilan menunjuk seorang akuntan ahli untuk melakukan penilaian berdasarkan dokumen dan data yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Namun, tim kuasa hukum Danielle dan Min Hee Jin menilai proses tersebut berjalan lambat. Mereka menuduh ADOR belum menyerahkan seluruh materi yang dibutuhkan sesuai permintaan, sehingga pekerjaan ahli berpotensi mengalami keterlambatan.
Pihak tergugat menjelaskan bahwa sejumlah dokumen telah diminta sejak 4 Agustus 2026. Menurut mereka, ADOR menggunakan alasan perlindungan rahasia dagang untuk membatasi penyerahan materi tertentu. Dari 18 dokumen yang diminta, lima di antaranya disebut masih belum diserahkan ketika permintaan tambahan kembali dibahas pada Oktober.
Tim hukum Danielle dan Min Hee Jin juga menyampaikan keberatan karena sebagian materi baru diserahkan setelah kekurangan dokumen tersebut kembali dipersoalkan pada 19 Oktober. Mereka menilai keterlambatan itu menyulitkan proses pemeriksaan dan membuat pihak tergugat kesulitan memeriksa dasar perhitungan kerugian yang diajukan ADOR.
Di sisi lain, ADOR membantah tudingan bahwa perusahaan sengaja memperlambat persidangan. Agensi tersebut menyatakan telah menyerahkan materi yang dapat diberikan, termasuk rencana bisnis serta informasi mengenai proyek yang disebut tidak terlaksana selama NewJeans tidak menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Perbedaan pandangan ini membuat persoalan dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam proses hukum. Data tersebut diperlukan agar perhitungan kerugian tidak hanya didasarkan pada perkiraan, tetapi juga dapat diperiksa berdasarkan informasi yang relevan dengan kegiatan bisnis grup.
Peran Min Hee Jin dalam Pendapatan NewJeans Diperdebatkan
Selain masalah dokumen, persidangan juga menyoroti seberapa besar pengaruh Min Hee Jin terhadap pendapatan yang berpotensi diperoleh ADOR dari NewJeans. Min dikenal sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam pengembangan konsep kreatif grup tersebut ketika masih menjabat sebagai pimpinan ADOR.
Hakim membahas dua pendekatan yang dapat dipertimbangkan dalam menghitung kerugian perusahaan. Pendekatan pertama adalah memperkirakan pendapatan yang mungkin diperoleh NewJeans dengan memperhitungkan kondisi ketika Min Hee Jin tidak lagi terlibat. Pendekatan kedua adalah menelusuri proyek-proyek tertentu, termasuk kerja sama iklan yang diduga tidak terlaksana selama konflik berlangsung.
ADOR menilai pendapatan NewJeans tidak semata-mata bergantung pada satu orang. Menurut pihak agensi, popularitas grup, kemampuan para anggota, dukungan manajemen, serta sistem bisnis perusahaan juga memiliki peran dalam menghasilkan pendapatan.
ADOR juga menyampaikan bahwa bukan hanya satu atau dua kontrak iklan yang disebut terdampak, melainkan hampir seluruh kerja sama yang berkaitan dengan aktivitas grup. Karena itu, pihak perusahaan berpendapat bahwa potensi pendapatan yang hilang tetap perlu diperhitungkan meskipun Min Hee Jin tidak lagi terlibat secara langsung.
Sebaliknya, tim kuasa hukum Danielle dan Min Hee Jin mempunyai pandangan berbeda. Mereka menilai kontribusi kreatif Min tidak bisa diukur secara sederhana melalui angka atau perhitungan pendapatan. Menurut pihak tergugat, pendekatan yang digunakan untuk menilai kerugian perlu mempertimbangkan peran Min dalam membangun karakter, konsep, dan daya tarik NewJeans.
Perbedaan pendapat ini menjadi tantangan bagi proses penilaian ahli. Pengadilan perlu mempertimbangkan apakah pendapatan yang diperkirakan hilang benar-benar berkaitan dengan tindakan para tergugat serta bagaimana pengaruh perubahan dalam tim kreatif terhadap potensi bisnis grup.
ADOR Belum Memperjelas Cakupan Tuntutan terhadap Danielle
Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam persidangan adalah ruang lingkup gugatan ADOR terhadap Danielle. Pengadilan ingin mengetahui apakah tuntutan ganti rugi yang diajukan kepada mantan anggota NewJeans tersebut mencakup seluruh kerugian yang dikaitkan dengan kepergian grup atau hanya kerugian yang dianggap berasal dari tindakan Danielle sendiri.
Perbedaan ini penting karena konflik kontrak sebelumnya melibatkan seluruh anggota NewJeans. Sementara itu, gugatan yang sedang berjalan juga menyangkut Danielle, seorang anggota keluarganya, dan Min Hee Jin.
ADOR belum memberikan penjelasan final mengenai batas tuntutan tersebut. Pihak agensi menyatakan akan memperjelas ruang lingkup gugatan setelah berdiskusi dengan ahli yang menangani perhitungan kerugian.
Kejelasan mengenai cakupan tuntutan diperlukan agar pengadilan dapat menilai hubungan antara tindakan setiap tergugat dan kerugian yang diklaim perusahaan. Dengan begitu, tanggung jawab masing-masing pihak tidak serta-merta disamakan tanpa mempertimbangkan dasar hukum dan bukti yang tersedia.
Di samping itu, perhitungan kerugian juga perlu membedakan antara pendapatan yang benar-benar hilang dan pendapatan yang masih berupa perkiraan. Tidak semua rencana bisnis otomatis menjadi kontrak yang telah disepakati. Oleh sebab itu, dokumen mengenai proyek, kerja sama iklan, serta rencana kegiatan grup menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan.
Berawal dari Konflik Kontrak NewJeans pada 2024
Perselisihan ini berawal pada November 2024, ketika para anggota NewJeans mengumumkan keinginan untuk mengakhiri kontrak eksklusif dengan ADOR. Para anggota saat itu menyampaikan bahwa mereka menilai terdapat persoalan dalam hubungan kontrak dengan agensi.
ADOR tidak menerima pengakhiran kontrak tersebut dan menempuh jalur hukum untuk meminta pengadilan memastikan bahwa perjanjian eksklusif para anggota tetap berlaku. Pada Oktober 2025, pengadilan memutuskan mendukung posisi ADOR dan menyatakan kontrak tersebut masih sah. Para anggota kemudian tidak melanjutkan banding atas putusan itu.
Setelah perkembangan tersebut, sebagian anggota menyatakan keinginan untuk kembali ke ADOR. Namun, situasi Danielle berbeda karena pada Desember 2025 agensi mengumumkan penghentian kontrak eksklusifnya.
ADOR kemudian mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Danielle, seorang anggota keluarganya, dan Min Hee Jin. Pada awalnya, tuntutan tersebut mencapai sekitar 43,1 miliar won. Pada Juni 2026, jumlah klaim dikurangi menjadi sekitar 33,1 miliar won setelah agensi meninjau kembali perkara dan melakukan pergantian kuasa hukum.
Pengurangan nilai gugatan tidak berarti perkara telah selesai. Kedua pihak masih harus menyampaikan bukti dan argumentasi masing-masing, sementara pengadilan memerlukan hasil penilaian ahli untuk membantu menentukan besarnya kerugian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sidang Berikutnya Dijadwalkan pada November 2026
Pada akhir persidangan 22 Oktober, pengadilan menyatakan akan memantau perkembangan pekerjaan ahli yang ditunjuk. Penilaian tersebut diharapkan dapat diselesaikan sebelum 10 November 2026 agar hasilnya bisa menjadi bahan pembahasan dalam tahap berikutnya.
Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026. Persidangan tersebut diperkirakan masih akan berfokus pada perhitungan kerugian, dasar tuntutan ADOR, serta tanggung jawab para pihak yang terlibat.
Perkara ini belum menghasilkan putusan akhir. Karena itu, tuduhan mengenai pelanggaran kontrak dan kerugian finansial masih harus dinilai berdasarkan bukti serta pertimbangan hukum pengadilan. Perkembangan berikutnya akan menentukan bagaimana sengketa antara ADOR, Danielle, dan Min Hee Jin dilanjutkan.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa konflik dalam industri hiburan tidak hanya menyangkut hubungan antara artis dan agensi, tetapi dapat meluas ke persoalan hak kontraktual, pengelolaan bisnis, kerja sama komersial, hingga penilaian atas kontribusi kreatif. Keputusan pengadilan nantinya diharapkan memberikan kejelasan mengenai tuntutan yang diajukan dan tanggung jawab hukum setiap pihak.
You must be logged in to post a comment Login