(Jakarta, Norton News) — dilansir dari kompas.com Mendorong bahan bakar alternatif mendorong PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR meningkatkan porsi penggunaan refuse – derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari sampah padat perkotaan (municipal solid waste) untuk subsitusi batu bara dalam produksi semen.
Dengan mengganeng PT Reciraya Semesta Energi (Resinergi) untuk memastikan rantai pasok RDF yang berkelanjutan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesephaman terkait Kerja Sama Penyediaan Refuse- Derived Fuel oleh Reni Wulandari selaku Direktur Operasi Semen Indonesia dan Bhima Aries Diyanto selaku Direktur Utama Resinergi. Dengan adanya agenda penandatangan ini diharapkan menjadi upaya untuk menghadirkan metode pengelolaan sampah yang berkelanjutan dimana hal ini sisampaikan langsung oleh Direktur Utama Sinergi yang merupakan perusahaan bergerak dibidang pengumoukan, pengelolaan, pembuangan, pemeliharaan sampah tidak berbahaya dan pemulihan material.
Tranmisi ekonomi hijau yang diterapkan oleh Indonesia dalam momentum pertumbuhan ekonomi dimana memprioritaskan pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkeadilan. Disampaikan juga oleh Donny Arsal selaku Direktur Utama Semen Indonesia jika perubahan iklim yang dipicu oleh emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang merupakan ancaman besar bagi kehidupan dan pembangunan global.
PT. Semen Indonesia sendiri telah memanfaatkan RDG sejak 2020 dan sedang berupaya untuk meningkatkan penggunaan RDF dan telah menyiapakan perencanaan kebutuhan untuk seluruh pabrik yang ada. Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan untuk memenuhi pasokan RDF yang dibutuhkan oleh SIG.
You must be logged in to post a comment Login