JAKARTA, NortonNews.com – Sejumlah artis dan influencer Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Berbagai bentuk bantuan mulai dilakukan, mulai dari penggalangan dana, penyediaan posko dengan udara lebih bersih, penyaluran hasil penjualan produk, hingga keterlibatan langsung dalam upaya pemadaman kebakaran.
Dilansir dari CNN Indonesia – aksi para figur publik tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla yang berdampak pada kehidupan masyarakat, kesehatan warga, serta kelestarian hutan dan satwa liar. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada rasa prihatin, tetapi turut mengambil langkah nyata sesuai kemampuan masing-masing.
Sejumlah nama yang ikut menyuarakan kepedulian di antaranya Tasya Farasya, Irfan Hakim, Luna Maya, Sherina Munaf, Ferry Irwandi, dan Nikita Willy. Masing-masing mengambil pendekatan berbeda untuk membantu penanganan dampak kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Tasya Farasya Siapkan Ruang Aman dari Kabut Asap
Beauty influencer Tasya Farasya mengambil langkah dengan menyiapkan posko bantuan berupa ruang aman asap di Kalimantan Tengah. Rencana tersebut diumumkan melalui akun Threads miliknya pada pertengahan Oktober 2026.
Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang harus menjalani aktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan. Posko diharapkan dapat menyediakan ruang dengan kualitas udara yang lebih baik sehingga warga mempunyai tempat berlindung dari paparan kabut asap.
Tasya kemudian mengabarkan adanya penambahan titik bantuan. Informasi yang dibagikannya menyebutkan bahwa layanan Rumah Aman Asap disiapkan di wilayah Sampit dan Palangka Raya. Salah satu lokasi yang disebut dalam informasi tersebut adalah Gereja GKE Gloria Bukit Tunggal.
Sejumlah fasilitas, termasuk alat pemurni udara atau air purifier, disiapkan untuk membantu mengurangi paparan polutan di dalam ruangan. Dokumentasi yang dibagikan juga memperlihatkan adanya aktivitas pemeriksaan kesehatan bagi warga.
Kehadiran ruang aman asap menjadi salah satu bentuk bantuan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat selama kualitas udara belum membaik. Meski demikian, fasilitas tersebut tetap perlu dipandang sebagai langkah perlindungan tambahan, bukan pengganti upaya penanganan kebakaran dan pengurangan paparan asap di lingkungan terbuka.
Irfan Hakim Salurkan Keuntungan Penjualan Kaus
Presenter sekaligus pegiat satwa Irfan Hakim memilih membantu melalui penjualan kaus bertema lingkungan. Produk tersebut menampilkan gambar satwa dan pesan yang mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan serta habitat hewan liar.
Irfan menyampaikan bahwa keuntungan dari penjualan kaus itu akan disumbangkan untuk mendukung kegiatan konservasi di Kalimantan. Bantuan tersebut diharapkan dapat ikut mendukung perlindungan satwa endemik, seperti orang utan, bekantan, dan rangkong, yang habitatnya terancam ketika hutan mengalami kebakaran.
Langkah tersebut sempat mendapat tanggapan beragam dari warganet. Sebagian mempertanyakan alasan penjualan produk dilakukan di tengah bencana, sementara lainnya menyoroti perlunya kejelasan mengenai penyaluran hasil penjualan.
Menanggapi kritik itu, Irfan menjelaskan bahwa tujuan utamanya bukan mencari keuntungan pribadi. Ia ingin menjadikan kaus tersebut sebagai sarana menyebarkan pesan tentang kerusakan hutan sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keberlangsungan hidup satwa liar.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kampanye lingkungan dapat dilakukan melalui produk yang membawa pesan tertentu. Namun, transparansi mengenai jumlah keuntungan yang terkumpul dan penyalurannya tetap penting agar masyarakat dapat mengetahui manfaat dari kegiatan tersebut.
Luna Maya Ajak Masyarakat Berdonasi
Luna Maya turut mengajak masyarakat memberikan bantuan untuk penanganan karhutla. Bersama Marianne Rumantir, ia melakukan penggalangan dana melalui TS Media agar masyarakat memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi.
Dalam ajakannya, Luna menekankan bahwa kepedulian terhadap kebakaran hutan tidak seharusnya berhenti pada rasa sedih ketika melihat kondisi hutan dan satwa yang terdampak. Ia mengajak masyarakat menyisihkan dana mulai dari Rp10.000 untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.
Dana yang dihimpun diharapkan dapat membantu kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk dukungan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penyelamatan lingkungan dan satwa liar.
Ajakan tersebut juga menunjukkan bahwa bantuan tidak selalu harus berasal dari sumbangan dalam jumlah besar. Kontribusi kecil dari banyak orang dapat menjadi dukungan berarti apabila dikelola dengan baik dan disalurkan sesuai kebutuhan.
Penggalangan dana oleh figur publik turut membantu memperluas jangkauan informasi mengenai kondisi di wilayah terdampak. Dengan dukungan media sosial, ajakan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui kebutuhan bantuan di lapangan.
Sherina Munaf Turun Langsung Membantu Pemadaman
Berbeda dari sejumlah figur publik yang berfokus pada penggalangan dana, Sherina Munaf pernah terlibat langsung dalam upaya penanganan kebakaran di Kalimantan Tengah. Pada awal September 2026, ia ikut membantu pemadaman di kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama gerakan Pawerful Voices dan sejumlah pihak yang memiliki keterlibatan dalam penanganan kebakaran serta perlindungan satwa. Pihak yang disebut dalam kegiatan itu antara lain BOS Foundation, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, petugas pemadam kebakaran dari Dinas Kehutanan, dan KPHP Kahayan Tengah.
Selama tiga hari, Sherina ikut melakukan pekerjaan fisik dalam upaya membantu memadamkan api. Tim juga menghadapi tantangan berupa bara yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan gambut.
Kebakaran pada lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan sulit diketahui hanya dengan melihat kondisi dari atas. Oleh sebab itu, penanganannya membutuhkan kewaspadaan, peralatan yang sesuai, serta koordinasi dengan petugas berpengalaman.
Keterlibatan Sherina memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap karhutla dapat diwujudkan melalui partisipasi langsung. Namun, kegiatan pemadaman tetap harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan mengikuti arahan petugas yang memiliki keahlian dalam menangani kebakaran.
Ferry Irwandi Menginisiasi Patungan untuk Hutan
Ferry Irwandi juga menggerakkan masyarakat melalui program Patungan untuk Hutan yang dimulai pada September 2026. Gerakan ini menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp50 miliar untuk mendukung upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan.
Program tersebut berfokus pada tiga bidang utama, yakni mitigasi kebakaran, respons kedaruratan, dan restorasi ekosistem. Ketiganya berkaitan dengan kebutuhan penanganan karhutla, mulai dari mengurangi risiko kebakaran, memberikan dukungan saat keadaan darurat, hingga membantu pemulihan lingkungan setelah kebakaran terjadi.
Penggalangan dana tersebut mendapat respons dari masyarakat. Dalam laporan yang terbit pada pertengahan Oktober 2026, jumlah dana yang terkumpul disebut telah mencapai sekitar Rp11,5 miliar dari lebih dari 139 ribu donasi.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama tim yang berada di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Papua, dan Sumatra. Masyarakat juga dapat mengikuti informasi mengenai perkembangan penggalangan dana dan kegiatan lapangan melalui akun Instagram Patungan untuk Hutan.
Besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa isu kebakaran hutan mendapat perhatian luas. Meski demikian, keberhasilan penggalangan dana tidak hanya diukur dari jumlah uang yang terkumpul, tetapi juga dari ketepatan penyaluran dan manfaat yang benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan.
Nikita Willy Ikut Mengajak Masyarakat Membantu
Nikita Willy turut menyampaikan ajakan bantuan melalui unggahan Instagram pada 17 Oktober 2026. Dalam video yang dibagikannya, ia mengajak masyarakat memberikan donasi untuk membantu warga yang terdampak karhutla.
Nikita menyampaikan bahwa timnya akan membawa bantuan secara langsung ke wilayah terdampak. Palangka Raya, Kalimantan Tengah, disebut sebagai salah satu lokasi yang menjadi sasaran penyaluran bantuan terdekat.
Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap warga yang menghadapi dampak kebakaran, terutama mereka yang membutuhkan bantuan selama kondisi lingkungan belum pulih. Penyaluran secara langsung juga dapat membantu memastikan kebutuhan di lapangan menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis bantuan.
Ajakan dari Nikita melengkapi berbagai upaya yang dilakukan figur publik lainnya. Ada yang menyediakan fasilitas perlindungan dari asap, mengumpulkan dana, membantu konservasi satwa, hingga ikut terlibat dalam kegiatan pemadaman.
Kepedulian Publik Perlu Diikuti Penanganan Berkelanjutan
Beragam aksi para artis dan influencer menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Pemerintah dan petugas di lapangan tetap memiliki peran utama dalam pemadaman, pengendalian kebakaran, serta perlindungan masyarakat. Sementara itu, bantuan dari masyarakat dan figur publik dapat mendukung kebutuhan tambahan yang diperlukan selama situasi darurat.
Dampak karhutla tidak terbatas pada lahan yang terbakar. Asap dapat mengganggu kesehatan, membatasi aktivitas warga, dan mengancam satwa yang kehilangan habitat. Karena itu, bantuan bagi masyarakat terdampak perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga hutan dan memulihkan lingkungan.
Penggalangan dana juga perlu disertai keterbukaan mengenai jumlah bantuan, tujuan penggunaan, dan perkembangan penyalurannya. Informasi yang jelas akan membantu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi.
Aksi Tasya Farasya, Irfan Hakim, Luna Maya, Sherina Munaf, Ferry Irwandi, dan Nikita Willy memperlihatkan bahwa dukungan dapat diberikan melalui berbagai cara. Masyarakat pun dapat ikut membantu sesuai kemampuan, baik melalui donasi, penyebaran informasi yang benar, maupun dukungan terhadap program lingkungan yang memiliki penyaluran jelas.
Pada akhirnya, kepedulian terhadap karhutla tidak cukup berhenti pada perhatian sesaat ketika kebakaran menjadi pemberitaan. Penanganan yang berkelanjutan, perlindungan terhadap warga, serta pemulihan hutan menjadi bagian penting agar dampak bencana dapat dikurangi dan kejadian serupa tidak terus berulang.
You must be logged in to post a comment Login