NortonNews – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Sosial menerima pemulangan satu jenazah korban kecelakaan Kapal Virgo 8 yang telah teridentifikasi sebagai Purkam, sopir truk ekspedisi asal Kecamatan Campurdarat.
Kepala Dinas Sosial Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan jenazah tersebut diserahkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kepada Dinsos Tulungagung pada Sabtu (26/9).
“Jenazah korban sudah dipulangkan oleh Dinsos Provinsi Jawa Timur dan kemudian diserahkan kepada kami,” ujar Reni, Minggu (27/9/2026).
Setelah diterima, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga. Korban kemudian disalatkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Reni mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Tim SAR, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam proses identifikasi hingga pemulangan jenazah.
“Kami mewakili Pemkab Tulungagung dan keluarga korban sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan mulai dari identifikasi hingga pemulangan korban,” katanya.
Tiga Warga Tulungagung Masih dalam Pencarian
Pemkab Tulungagung masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai tiga warga asal daerah tersebut yang belum ditemukan. Pemerintah berharap proses pencarian dan identifikasi dapat terus dilakukan agar keluarga memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.
“Kami masih terus berkoordinasi dan berupaya mendapatkan informasi terkait korban lainnya yang belum ditemukan,” ujar Reni.
Dilansir Liputan6.com – Dari enam warga Tulungagung yang tercatat sebagai penumpang Kapal Virgo 8, dua orang berhasil selamat, satu orang telah ditemukan dan teridentifikasi, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan data Basarnas hingga hari ke-14 operasi SAR, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang. Sebanyak 172 orang telah ditemukan dan dievakuasi, terdiri dari 108 korban selamat dan 64 korban meninggal dunia. Sebanyak 71 orang lainnya masih dicari.
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 ketika dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban, sementara proses identifikasi jenazah dilakukan oleh Tim DVI.
You must be logged in to post a comment Login