YOGYAKARTA, NortonNews.com – Rekonstruksi kasus yang melibatkan Daycare Little Aresha di Yogyakarta menarik perhatian para orangtua korban. Mereka hadir langsung untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi yang diselenggarakan oleh Polresta Yogyakarta pada Selasa (9/6/2026).
Proses rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.35 WIB. Sebelumnya, pada sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah minibus kepolisian yang mengangkut 13 tersangka telah tiba di lokasi Daycare Little Aresha.
Sesaat setelah tiba, para tersangka turun dari kendaraan dan memasuki area daycare.
Kehadiran mereka segera memicu reaksi keras dari para orangtua korban yang telah menunggu sejak pagi di lokasi. Sejumlah orangtua melontarkan teriakan dan kecaman kepada para tersangka.
Sebelum rekonstruksi dimulai, salah satu tersangka tampak keluar menuju halaman Daycare Little Aresha didampingi petugas kepolisian. Adegan pertama yang diperagakan menggambarkan momen ketika orangtua menitipkan anak mereka kepada pengelola Daycare Little Aresha. Di tengah jalannya rekonstruksi, salah seorang orangtua korban yang hadir terdengar berteriak, “Dyah ada pesan nggak? Ada pesan nggak, Mom?” kepada tersangka.
Dilansir dari Kompas.com – Sebelumnya, Polresta Yogyakarta menggelar rekonstruksi kasus Daycare Little Aresha dengan menghadirkan seluruh 13 tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara tersebut. Saat kasus ini mulai terungkap, jumlah korban tercatat sebanyak 53 anak. Namun, seiring berjalannya proses penyelidikan, jumlah korban meningkat hingga mencapai sekitar 100 anak.
Seluruh tersangka telah menjalani penahanan sejak awal pengungkapan kasus dan ditempatkan di tiga kantor polisi sektor (polsek) yang berbeda.
Salah satu orangtua korban berinisial I mengaku masih menyimpan rasa kecewa dan marah atas perlakuan yang dialami anaknya dalam kasus tersebut.
“Sebagai orangtua, tentu kami sangat kecewa. Anak-anak kami dititipkan dengan harapan mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik di tempat ini. Namun, yang terjadi justru perilaku yang sama sekali tidak pantas diterima oleh anak-anak kami,” ujar I saat ditemui di lokasi rekonstruksi, Selasa (9/6/2026).
Rekonstruksi digelar untuk memperjelas kronologi serta rangkaian kejadian dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut. Dalam proses ini, polisi menghadirkan seluruh tersangka untuk memeragakan sejumlah adegan yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan.
You must be logged in to post a comment Login