Maybrat, NortonNews.com – Aparat keamanan menembak mati anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Peltu Alfons Sorri, yang menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya-Kodap IV Sorong Raya.
Ia tewas dalam baku tembak saat aparat melakukan penyisiran menyusul gugurnya dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Peristiwa kontak tembak terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, pada Minggu (22/3). Dalam insiden tersebut, Alfons dilaporkan meninggal dunia di lokasi.
Kapendam XVIII/Kasuari, Letkol Inf J. Daniel P. Manalu, membenarkan informasi tersebut. Ia menyebut kabar kematian Alfons sesuai dengan informasi yang juga disampaikan pihak OPM dan data yang diterima di lapangan.
Di sisi lain, Daniel membantah kabar yang menyebut jenazah Alfons ditahan oleh aparat TNI. Namun, ia mengaku masih akan memastikan lebih lanjut mengenai keberadaan jenazah tersebut.
“Jika ada yang menyatakan bahwa jasad masih ditahan oleh TNI, itu tidak benar. Tidak ada alasan untuk menahannya,” tegasnya.
Dua Prajurit TNI AL Gugur
Dua anggota TNI Angkatan Laut gugur dalam baku tembak yang terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, pada Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT.
Dalam insiden tersebut, satu prajurit Marinir lainnya juga dilaporkan mengalami luka.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio.
Dilansir dari Detik.com – Secara keseluruhan, terdapat tiga prajurit TNI AL yang menjadi korban dalam serangan yang diduga dilakukan oleh OPM, dengan satu korban luka bernama Kopda Marinir Eko Sutikno.
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyampaikan bahwa peristiwa penyerangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit tertembak, dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu lainnya tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut di Kota Sorong.
Karel turut menyampaikan keprihatinannya atas insiden penembakan tersebut, mengingat para prajurit tengah menjalankan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan, serta jenazah para korban dapat segera dipulangkan dan diterima dengan layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
OPM Mengklaim Merampas Dua Senjata Api
Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan OPM mengaku bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga prajurit TNI AL di Maybrat.
Dalam aksi tersebut, mereka juga disebut mengambil dua pucuk senjata api milik korban.
Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa selain menyebabkan korban di pihak TNI, kelompoknya turut mengamankan dua senjata serta logistik militer milik Indonesia dalam operasi yang dipimpin Brigjen Denny Moos di wilayah Kodap IV Sorong Raya.
Ia menjelaskan, serangan dilakukan dengan menyasar pos militer di lokasi kejadian hingga mengakibatkan prajurit TNI AL terluka.
Menurutnya, insiden tersebut juga memicu kepanikan warga sipil, bahkan sebagian memilih mengungsi karena khawatir akan serangan lanjutan maupun operasi militer di kawasan permukiman.
You must be logged in to post a comment Login