Pemalang,NortonNews.com – Lima orang dari satu keluarga menjadi korban kecelakaan maut di Tol KM 290 Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis (19/3) pagi.
Ayah korban mengungkapkan adanya permintaan terakhir dari almarhum yang ingin mudik ke Pemalang tahun ini.
Keluarga yang menjadi korban terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anak. Jenazah mereka dimakamkan di TPU Bulu, Petarukan, Pemalang, pada hari ini.
Kelima korban tersebut adalah Gunawan (42), Devi Agustina (33), serta ketiga anak mereka, Narendra Dewan Gaozan (9), Nafisah Maisaroh (11), dan Nurel Arshaka Sachio (3).Kepada detikJateng, ayah Gunawan, Tahlani (67), menuturkan bahwa adik Gunawan sempat merasakan firasat ketika melihat kondisi rumah yang tampak tidak biasa dan ramai.
Dilansir dari Detik.com- Ia juga teringat akan permintaan terakhir Gunawan yang menginginkan dirinya ikut pulang kampung ke Pemalang.Selama ini, Tahlani merantau di Batam bersama anak bungsunya, Novitasari.
Setiap Lebaran, keduanya belum tentu pulang ke kampung halaman, berbeda dengan Gunawan yang selalu menyempatkan diri untuk mudik.
Tahlani sendiri baru tiba di rumah sekitar pukul 05.00 WIB hari ini. Ia tak sanggup menahan kesedihan saat melihat lima jenazah terbaring berjajar di dalam rumah.
Bahkan, ia sampai terjatuh berulang kali karena terpukul. Dalam satu kejadian, ia harus kehilangan anak, menantu, serta tiga cucunya sekaligus.
“Yang memberi kabar adalah anak saya, Novitasari, dari Batam.
Saat itu juga saya memutuskan untuk segera pulang kampung,” tuturnya.
Gunawan adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Sejak muda, ia sudah merantau hingga akhirnya berkeluarga dan dikaruniai tiga orang anak.
Sebagai orang tua, Tahlani mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelumnya, meski salah satu anaknya sempat merasakan hal yang janggal.
“Katanya rumah seperti ramai dan minta dibersihkan, tapi saya tidak tahu maksudnya,” ujarnya.
Sehari sebelum kejadian, Gunawan sempat menghubungi orang tuanya di Batam dan meminta mereka pulang ke kampung halaman.
Ia bahkan terkesan memaksa Tahlani untuk mudik, meski tanpa alasan yang jelas.
Kini, permintaan tersebut justru menjadi kenangan terakhir yang terus teringat.
“Dia sempat berkata, ‘apa pun keadaannya, Bapak harus pulang kampung,’” kenang Tahlani.
Di mata keluarga, Gunawan dikenal sebagai sosok yang baik dan penuh tanggung jawab.
Ia bekerja sebagai mandor atau supervisor di sebuah perusahaan di Jakarta.
“Orangnya sopan, patuh kepada orang tua, dan kalau punya rezeki sering berbagi,” ujarnya.
Setiap Lebaran, Gunawan selalu menyempatkan diri untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga besar.
Meski telah ber-KTP Bekasi, keluarga memutuskan agar Gunawan, istri, dan ketiga anaknya dimakamkan di kampung halamannya di Petarukan.
“Karena kejadiannya di Pemalang, jadi lebih dekat dimakamkan di sini daripada dibawa ke Cikarang,” jelasnya.
Prosesi pemakaman dihadiri ratusan pelayat yang mengantar lima jenazah secara bersamaan.
Suasana haru pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat. Walau berat, keluarga berusaha menerima kepergian orang-orang tercinta.
Masih terasa sedih, tapi mau bagaimana lagi, harus diikhlaskan,” tuturnya.
Sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan rombongan pemudik terjadi di ruas Tol KM 290 wilayah Kabupaten Tegal pada Kamis pagi (19/3).
Mobil yang dikemudikan Gunawan, yang berangkat dari Bekasi, menabrak bagian belakang bus yang sedang berhenti di bahu jalan.
Akibat insiden tersebut, lima orang dalam satu keluarga meninggal dunia, dengan dua korban tewas di lokasi kejadian dan tiga lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
“Masih terasa sedih, tapi mau bagaimana lagi, harus diikhlaskan,” tuturnya.
You must be logged in to post a comment Login