Insiden tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA di simpang lampu lalu lintas Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, dan Jalan Besse Kajuara, Watampone, Kabupaten Bone.
Saat itu, GN bersama ibunya, Hermiati (45), dan kakaknya, Masrur (19), sedang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy menuju Lapangan Merdeka untuk menyaksikan pawai kemerdekaan. Ketiganya berhenti ketika lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.
Tak lama kemudian, sebuah mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Ipda MA (49) menabrak sepeda motor mereka dari belakang. Berdasarkan dugaan awal, pengemudi mobil diduga menerobos lampu merah sebelum tabrakan terjadi.
kibat benturan tersebut, ketiga korban terjatuh. GN mengalami luka serius dan ditemukan di dekat roda belakang mobil, sedangkan ibu dan kakaknya hanya mengalami luka ringan.
Korban segera dilarikan ke RSUD Tenriawaru Bone untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, meski telah mendapat penanganan, nyawa GN tidak dapat diselamatkan.
Masrur mengungkapkan bahwa keluarganya sedang dalam perjalanan menuju lokasi pawai ketika kecelakaan terjadi. Saat berhenti di lampu merah, kendaraan mereka tiba-tiba ditabrak dari arah belakang.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama, membenarkan bahwa pengemudi mobil merupakan anggota Polres Bone. Saat ini, Ipda MA telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Unit Profesi dan Pengamanan (Propam).
Menurut AKP Riyanda, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, membuat sketsa kecelakaan, serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan sekitar Rp500 ribu.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional sesuai prosedur yang berlaku, termasuk mendalami dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi.
Jenazah GN dimakamkan pada Kamis (6/8/2026). Sejumlah anggota kepolisian turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Seorang tetangga korban, Akbar, mengatakan bahwa banyak polisi datang melayat karena mobil yang terlibat diduga milik anggota kepolisian.
You must be logged in to post a comment Login