Business

Penyebab Potensi Kenaikan Harga Bahan Pokok Naik 20% di 2025

 

[ILUSTRASI] Adan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) memastikan kedatangan Gula Kristal Putih (GKP) untuk penuhi kebutuhan stok gula pada HBKN Ramadan dan Idulfitri. Hal tersebut disampaikan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi saat meninjau pembukaan palka kapal pengadaan Gula Kristal Putih yang didatangkan Holding BUMN Pangan ID FOOD di Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/4/2023). (Ist Badan Pangan)

Jakarta, Norton News – Dilansir dari CNBC Indonesia, Sebuah studi dari Chartered Institute of Procurement and Supply (CIPS) yang dipublikasikan pada Selasa (7/1/2025), mengungkapkan bahwa harga kebutuhan pokok rumah tangga seperti makanan dan minuman berpotensi meningkat hingga 20% pada tahun 2025.

Dalam penelitiannya, CIPS menyatakan bahwa ketidakstabilan geopolitik menjadi penyebab utama, di antaranya ketegangan di Timur Tengah, gangguan pada rantai pasokan, serta isu keamanan siber. Beberapa komoditas yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga meliputi elektronik, mesin-mesin industri, bahan kimia dan produk minyak bumi dengan potensi peningkatan hingga 20%.

“Membeli dan menyediakan barang, termasuk makanan dan minuman, mungkin akan menambah beban biaya bisnis hingga seperlima lebih banyak tahun ini. Biaya tambahan tersebut kemungkinan akan dibebankan kepada konsumen,” menurut pernyataan dari organisasi yang mewakili 64 ribu pelaku industri seperti dilaporkan oleh The Guardian.

Harga produk sehari-hari bisa semakin melonjak jika Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang impor ke AS setelah pelantikannya sebagai presiden pada 20 Januari.

Prospek Trump menindaklanjuti ancamannya untuk memberlakukan tarif sebesar 10% pada impor global ke AS, serta tarif lebih tinggi mencapai 60% terhadap barang-barang China, telah mendorong beberapa perusahaan mempercepat pengiriman barang melalui kontainer agar terhindar dari perubahan tersebut.

Sebaliknya, biaya pengiriman internasional mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir akibat sejumlah tantangan dalam transportasi barang. Salah satu masalah tersebut adalah serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar melalui Laut Merah oleh milisi Houthi, memaksa banyak perusahaan pengapalan untuk mengalihkan rute mereka ke Tanjung Harapan.

Di sisi lain, puluhan ribu pekerja pelabuhan di pantai timur AS mengancam untuk kembali melakukan aksi mogok kerja. Ancaman ini muncul setelah pemogokan yang terjadi pada bulan Oktober lalu, seiring dengan dibukanya kembali negosiasi kontrak antara mereka dan pemberi kerja.

Menurut Ben Farrell, Kepala Eksekutif CIPS, terdapat berbagai tantangan strategis yang berpotensi menghambat kelancaran distribusi barang dan jasa. Hal ini akan menimbulkan masalah khusus bagi konsumen, yang mungkin terdampak lebih besar kecuali jika isu-isu tersebut ditangani dengan baik.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.