NortonNews – Sejak pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turut terlibat dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikenal sebagai Dapur Muhammadiyah.
Pengelolaan SPPG Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada penyaluran makanan bergizi bagi siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Program tersebut juga dirancang untuk memberikan nilai tambah secara ekonomi sekaligus membangun ekosistem yang mendukung pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan Dapur Muhammadiyah tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyedia makanan bergizi. SPPG tersebut juga diarahkan menjadi pusat pelayanan yang mengutamakan kualitas makanan, kebersihan, serta keamanan pangan.
“Selain itu ada tata kelola yang baik, penguatan sumber daya manusia, serta sistem monitoring dan evaluasi yang terukur,” ujar Hilman kepada wartawan, Kamis (8/10).
Hal tersebut disampaikan Hilman setelah bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di kantor BGN, Jakarta, pada Rabu (7/10). Pertemuan itu turut dihadiri jajaran BGN dan perwakilan Muhammadiyah.
Dilansir dari jawapos.com – Dalam rombongan Muhammadiyah, turut hadir Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan Dapur Muhammadiyah sekaligus peluang untuk memperluas pengembangannya. Muhammadiyah dinilai memiliki modal ekosistem yang kuat melalui jaringan pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, serta berbagai Amal Usaha Muhammadiyah.
“Kekuatan ekosistem tersebut menjadi modal sosial yang dapat mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi secara berkelanjutan,” kata Hilman.
Ia menambahkan, keberadaan Dapur Muhammadiyah tidak sebatas kegiatan memasak dan mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat. SPPG tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
You must be logged in to post a comment Login