Fairford, NortonNews.com — Misteri dugaan aksi teror di sekitar pangkalan udara RAF Fairford, Gloucestershire, Inggris, masih menjadi perhatian. Lima pria sebelumnya diamankan polisi setelah tiga kendaraan mencurigakan ditemukan di sekitar pangkalan yang digunakan oleh militer Amerika Serikat tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Polisi menerima laporan mengenai tiga kendaraan yang diduga bergerak menuju kawasan RAF Fairford. Petugas bersenjata kemudian dikerahkan ke lokasi dan menangkap lima pria di wilayah Whelford.
Kelima pria tersebut awalnya ditangkap atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka kemudian turut diperiksa terkait dugaan persiapan melakukan aksi terorisme.
Kecurigaan terhadap kendaraan tersebut membuat aparat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tim kepolisian bekerja bersama personel militer serta ahli forensik untuk memastikan apakah kendaraan tersebut membawa bahan atau perangkat yang dapat digunakan dalam serangan.
Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan bahwa tidak ditemukan alat peledak di dalam tiga kendaraan tersebut.
Sebaliknya, polisi menemukan sejumlah bensin. Temuan inilah yang kemudian membuat arah penyelidikan semakin berkembang karena aparat harus mencari tahu alasan bahan bakar tersebut berada di dalam kendaraan dan apa tujuan sebenarnya para pria tersebut berada di sekitar pangkalan.
Tiga Kendaraan Jadi Fokus Penyelidikan
Tiga kendaraan yang ditemukan di sekitar RAF Fairford menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi melakukan pemeriksaan secara ekstensif dengan dukungan sejumlah pihak untuk memastikan tidak ada ancaman yang masih tertinggal.
Kepala National Counter Terrorism Policing Inggris, Laurence Taylor, sebelumnya mengatakan pemeriksaan terhadap kendaraan dilakukan secara menyeluruh.
Polisi kemudian memastikan tidak ditemukan perangkat peledak rakitan. Meski demikian, sejumlah bensin ditemukan dari kendaraan tersebut.
Temuan itu membuat dugaan mengenai adanya rencana serangan bom belum dapat dipastikan. Polisi masih membuka sejumlah kemungkinan terkait tujuan sebenarnya dari aktivitas tersebut.
Salah satu kemungkinan yang muncul adalah aktivitas tersebut berkaitan dengan pencurian, termasuk dugaan upaya mengambil bahan bakar. Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum menjadi kesimpulan resmi polisi.
Warga Sempat Dievakuasi
Situasi di sekitar RAF Fairford sempat membuat warga setempat harus meninggalkan rumah mereka. Polisi memasang garis pembatas di sekitar kendaraan yang diperiksa untuk memastikan proses penyelidikan dapat dilakukan dengan aman.
Pada tahap awal penanganan, sekitar 85 rumah tangga dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. Petugas juga mengerahkan unit penjinak bahan peledak dari militer Inggris untuk memeriksa kendaraan yang dicurigai.
Kehadiran aparat dalam jumlah besar membuat aktivitas masyarakat sekitar terganggu. Polisi kemudian secara bertahap mengurangi area penyelidikan setelah pemeriksaan terhadap kendaraan selesai dilakukan.
Lima Pria Dibebaskan dengan Jaminan
Kelima pria yang ditangkap dalam insiden tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan polisi. Meski sudah tidak berada dalam tahanan, kelimanya masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Polisi menegaskan bahwa pembebasan dengan jaminan bukan berarti kasus tersebut telah selesai.
Kelima pria itu masih harus memenuhi sejumlah ketentuan yang ditetapkan selama proses penyelidikan berlangsung. Aparat juga masih menelusuri berbagai kemungkinan mengenai aktivitas mereka di sekitar pangkalan.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi juga melakukan penggeledahan terhadap sejumlah properti di London.
Polisi Masih Membuka Berbagai Kemungkinan
Dilansir dari Kompas.com – Aparat Inggris mengatakan penyelidikan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Polisi belum menyimpulkan secara pasti apakah kejadian tersebut berkaitan dengan rencana serangan teror, pencurian, atau tujuan lainnya.
Kepolisian juga menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan pihak asing. Namun, sampai tahap tersebut, aparat belum mengungkap kesimpulan final mengenai siapa yang berada di balik kejadian tersebut.
Perkembangan berikutnya terjadi pada Kamis (1/10/2026), ketika polisi antiterorisme Inggris menangkap seorang pria berusia 27 tahun berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran di Westminster, London.
Pria tersebut ditangkap atas dugaan persiapan melakukan aksi teror berdasarkan Section 5 Terrorism Act 2006. Polisi juga memeriksa seorang pria Inggris berusia 26 tahun serta melakukan penggeledahan terhadap dua properti di London.
Kepala Koordinator Nasional Senior Counter Terrorism Policing, Vicki Evans, menyebut penyelidikan tersebut masih kompleks dan aparat terus memeriksa berbagai jalur informasi.
“Penyelidikan mengenai peristiwa di Gloucestershire sangat kompleks, dan tim khusus kami masih memeriksa berbagai jalur penyelidikan.”
Ia juga mengatakan polisi masih melihat semua kemungkinan, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak asing.
Sementara itu, lima pria yang sebelumnya ditangkap pada 27 September masih berstatus bebas dengan jaminan polisi.
Hingga kini, belum ada kesimpulan akhir mengenai tujuan sebenarnya dari tiga kendaraan tersebut berada di sekitar RAF Fairford. Tidak ditemukannya bahan peledak menjadi salah satu fakta penting dalam kasus ini, sementara temuan bensin membuat penyidik terus mendalami kemungkinan adanya tujuan lain di balik aktivitas tersebut.
Polisi Inggris masih mengumpulkan bukti dan meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk melapor kepada aparat.
You must be logged in to post a comment Login