Jakarta,Norton News- Kabupaten Indramayu di Jawa Barat terkenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya. Kini hadir sebuah kafe baru yang mengusung konsep warisan budaya. Selain menjadi tempat bersantai dan menikmati hidangan, kafe ini juga berfungsi sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah Indramayu.
Kafe bernama Kopi Petjinan ini mulai beroperasi di kawasan Kota Tua Indramayu sejak Desember 2025.Berlokasi di Jalan Cimanuk Nomor 8-G, Indramayu, kafe ini mengangkat tema heritage sebagai konsep desain interiornya.
Dilansir Dari Kompas- Kafe ini menampilkan beragam koleksi barang antik, mulai dari telepon, radio, poster, hingga berbagai benda jadul lainnya yang dijadikan ornamen. Saat berkunjung, pemilik kafe tidak berada di lokasi. Kevin Panjaitan (25), salah satu barista, menjelaskan bahwa kafe ini memang dirancang sebagai ruang untuk mengenang masa lalu, menghadirkan nuansa tempo dulu yang kini jarang ditemui di tempat lain.
“Konsep kafe ini dibuat bersama Om Dewo, seorang sejarawan Indramayu, hingga terciptalah Kopi Petjinan,” ujar Kevin pada Sabtu (31/1/2026). Ia menjelaskan bahwa nama Petjinan diambil dari julukan lain Kota Tua Indramayu, yang kerap dikenal sebagai kawasan pecinan.
Kawasan ini dulunya merupakan pusat perdagangan Indramayu. Disebut pecinan karena sebagian besar bangunannya dimiliki oleh etnis Tionghoa untuk keperluan berdagang. Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas perdagangan di daerah ini menurun. Deretan bangunan tua yang sebelumnya berfungsi sebagai toko, pabrik, maupun gudang hasil bumi kini banyak yang ditinggalkan dan terbengkalai, sehingga kawasan yang semula menjadi pusat ekonomi itu kehilangan identitasnya.
Kevin menyebutkan bahwa pemilik kafe tempat ia bekerja adalah sahabat dekatnya. Temannya kemudian memiliki gagasan untuk menghidupkan kembali Kawasan Kota Tua, yang akhirnya melahirkan Kopi Petjinan.
“Teman saya memang sudah berniat membuka kafe, awalnya di lokasi lain. Namun, setelah berdiskusi dengan Om Dewo, akhirnya diputuskan untuk membuka di sini sekaligus menghidupkan kembali suasana Pecinan,” ujarnya.
Kevin menjelaskan bahwa barang-barang antik yang menghiasi kafe berasal dari koleksi pribadi pemilik serta sumbangan dari kerabat-kerabatnya yang masih menyimpan benda-benda jadul di rumah.
Menariknya, beberapa pengunjung kafe juga ikut menyumbangkan barang-barang antik milik mereka untuk menambah koleksi ornamen. “Karena pengunjung melihat nuansa kafe yang bernuansa jadul, ada yang menanyakan apakah boleh menyumbang barang, dan kami dengan senang hati menerimanya,” ujarnya.
Kevin mengaku bahwa dirinya memang memiliki ketertarikan terhadap sejarah. Oleh karena itu, ketika ditawari untuk bergabung sebagai barista di kafe, ia langsung menerima. Ia bercerita bahwa saat ini ia sedang mengambil cuti dari studinya di Universitas Kristen Jakarta (UKI).
Ia berasal dari Desa Singajaya, Indramayu, dan telah lama berpengalaman di bidang kopi sebagai barista.“Dari tiga pemilik kafe, salah satunya sudah berpengalaman di dunia kopi, dan saya belajar bersamanya. Sebelumnya saya memang sudah pernah belajar kopi sedikit-sedikit. Ketika teman saya mengajak saya menjadi barista di sini, saya pun ikut bergabung,” ujar Kevin.
You must be logged in to post a comment Login