Bogor, 12 Juni 2026 —Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap komitmen pelestarian hutan, MK Academy sukses menyelenggarakan Free Training Awareness Chain of Custody (CoC) Forest Stewardship Council (FSC). Pelatihan ini diberikan secara khusus kepada para pemenang event FSC Forest Week 2025 yang berasal dari berbagai sektor industri berbasis hasil hutan, seperti Perusahaan Pengusahaan Hutan (PT Kaltim Hutama) serta industri manufaktur dan furnitur (PT Triconville dan CV Kayu Perkasa Raya).
Pelatihan ini menjadi ruang diskusi interaktif yang mempertemukan para pelaku industri untuk mendalami pentingnya sertifikasi CoC FSC dalam rantai pasok global.
Apa itu FSC Chain of Custody (CoC)?
FSC Chain of Custody (CoC) adalah sistem yang memastikan bahan baku bersertifikat FSC dapat ditelusuri sepanjang rantai pasok, mulai dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab hingga menjadi produk akhir yang diterima konsumen. Sertifikasi ini menjamin bahwa produk berasal dari sumber yang legal, bertanggung jawab, dan mendukung keberlanjutan lingkungan
serta sosial. Dalam penerapannya, terdapat 5 Poin Utama CoC FSC yang wajib dipahami oleh perusahaan
1. Ketertelusuran (Traceability): Memastikan asal-usul bahan baku dapat dilacak di setiap tahapan produksi.
2. Pemisahan Material: Material bersertifikat FSC harus dikelola dan dipisahkan dengan jelas dari material non-sertifikat.
3. Kontrol dan Dokumentasi: Perusahaan wajib memiliki sistem pencatatan dan prosedur yang terdokumentasi dengan baik.
4. Kepatuhan Standar FSC: Seluruh proses harus memenuhi persyaratan standar FSC yang berlaku.
5. Penggunaan Label FSC Produk hanya dapat menggunakan label FSC apabila memenuhi ketentuan sertifikasi
Makna di Balik Karya: Filosofi Konten Para Pemenang
Dalam sesi presentasi konten kreatif FSC Forest Week 2025, para pemenang membagikan filosofi mendalam di balik kampanye digital yang mereka suarakan, lengkap dengan komitmen nyata dari masing-masing perwakilan..
Kampanye yang diangkat menekankan bahwa produk furnitur kayu melewati proses yang sangat panjang mulai dari pemilihan kualitas bahan baku terbaik di hutan hingga sentuhan tangan-tangan kreatif para pengrajin yang nilainya tak terhingga. “Melalui produk furnitur, kami ingin menyadarkan masyarakat bahwa ada proses yang sangat panjang di baliknya mulai dari pemilihan kayu log berkualitas tinggi hingga sentuhan tangan-tangan kreatif yang nilainya tak terhingga. Bagi kami, filosofi utamanya adalah keberlanjutan. Apa yang sudah kita ambil dari alam, harus kita kembalikan dengan cara menjaga kelestariannya. Sertifikasi FSC ini adalah bukti komitmen nyata kami untuk selalu melindungi hutan,” ungkap Bapak Jaka Januar menegaskan esensi karyanya.
Konten yang menyoroti konsep Sustainable Forest Management (SFM), yaitu sebuah harmoni dan keseimbangan antara tiga pilar utama: Bisnis (Ekonomi), Sosial, dan Ekologi (Lingkungan). “Melalui konten visual ini, kami ingin menggambarkan esensi dari Sustainable Forest Management (SFM), yaitu bagaimana menciptakan keseimbangan antara dunia bisnis, sosial, dan ekologi. Kami ingin menunjukkan bahwa sangat mungkin bagi manusia untuk menjalankan roda ekonomi dan melakukan ekspor ke luar negeri, tanpa harus merusak alam sekitar. Keduanya bisa berjalan beriringan,” jelas Bapak Sibgah mengenai pesan kuat di balik visualisasinya.
Melalui pendekatan konten yang modern dan kekinian, kampanye ini berfokus pada pengenalan produk furnitur yang diproduksi secara bertanggung jawab. Menggunakan trademark produk yang sudah bersertifikasi FSC menjadi bukti valid kepada konsumen bahwa perusahaan ikut serta secara aktif dalam melindungi dan melestarikan hutan Indonesia. “Filosofi dari konten kami adalah menonjolkan promosi produk furnitur yang dihasilkan oleh CV Kayu Perkasa Raya. Kami ingin memperlihatkan kepada pasar bahwa seluruh produk kami telah bersertifikasi FSC. Ini adalah bentuk partisipasi aktif kami sebagai pelaku industri dalam melindungi dan menjaga kelestarian hutan di Indonesia, “tutur Ibu Lina.
Manfaat Strategis untuk Industri
Bagi sektor hulu seperti pengusahaan hutan hingga sektor hilir seperti industri furnitur, pemahaman tentang FSC CoC bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan bisnis. Beberapa manfaat utama yang diperoleh antara lain:
Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan (stakeholders).
Membuka akses ke pasar internasional yang mensyaratkan produk berkelanjutan.
Memperkuat reputasi perusahaan dalam praktik ESG (Environmental, Social, Governance). Membantu pengelolaan risiko rantai pasok dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Mendukung konservasi hutan jangka panjang dan kesejahteraan masyarakat adat atau pekerja hutan.
Sinergi Lintas Industri untuk Masa Depan
Sebagai penutup, Alwi Ramdani selaku Trainer & Konsultan MK Academy menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh perwakilan perusahaan yang hadir. la menyoroti pentingnya kolaborasi antar-pemegang sertifikat dalam menjaga ekosistem bisnis yang sehat dan hijau.
“Sebagai sesama certificate holder FSC, kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta. Meskipun kita semua datang dari latar belakang perusahaan dan industri yang berbeda-beda, kita tetap berdiri di bawah satu tujuan yang sama, yaitu bersinergi untuk melestarikan hutan Indonesia yang berkelanjutan. Sustainability for the Future, “pungkas Alwi Ramdani.
Melalui pelatihan ini, para peserta yang bergerak di berbagai latar belakang industri disatukan oleh satu visi yang sama. Dengan menerapkan prinsip FSC CoC, perusahaan-perusahaan ini siap meningkatkan daya saing global sekaligus menjadi garda terdepan dalam praktik bisnis ramah lingkungan demi menjaga hutan tetap lestari untuk generasi yang akan datang.
You must be logged in to post a comment Login