Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi, mulai dari memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan hingga memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system.
Menurut Amran, petani disarankan menanam varietas padi yang berumur genjah serta tahan terhadap kekeringan, seperti Inpago 4β13, Inpari 38β46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, maupun varietas serupa. Varietas tersebut dinilai mampu menjaga produktivitas meski menghadapi kondisi kemarau.
Selain pemilihan varietas, Kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air di sektor pertanian melalui sistem irigasi, pompanisasi, dan perpipaan, serta percepatan masa tanam di sejumlah sentra produksi padi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Papua.
Amran menegaskan kondisi tersebut berisiko memicu kekeringan di lahan pertanian apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Di sisi lain, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Fadjry Djufry, menjelaskan pihaknya telah mengembangkan berbagai varietas padi unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi kekurangan air.
Ia mengatakan varietas tersebut dirancang agar tetap dapat berproduksi meskipun ketersediaan air terbatas, sekaligus memiliki masa panen yang relatif singkat. Contohnya adalah varietas padi tahan kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46 serta kelompok padi gogo Inpago.
Selain itu, terdapat pula varietas genjah seperti Padjadjaran dan Cakrabuana yang dapat dipanen lebih cepat sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan yang berkepanjangan.
Fadjry menambahkan pemanfaatan varietas adaptif ini merupakan bagian dari strategi teknologi untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah perubahan iklim.
Ia menegaskan Kementan terus mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan secara lebih luas, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan atau memiliki sawah tadah hujan, agar produksi padi nasional tetap stabil dan ketahanan pangan dapat terus terjaga.
Melalui BRMP, Kementerian Pertanian juga terus memperkuat penerapan inovasi teknologi di sektor pertanian, termasuk pengembangan varietas adaptif dan penerapan teknik budidaya yang sesuai bagi petani guna menghadapi dampak perubahan iklim. πΎ
You must be logged in to post a comment Login