NortonNews – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan program pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) di Desa Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Minyak bekas tersebut nantinya akan diolah oleh Pertamina menjadi bahan bakar pesawat atau avtur serta jenis bahan bakar minyak lainnya.
Program ini menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penghubung antara rumah tangga, koperasi, sektor industri, dan rantai pasok energi nasional. Pada tahap awal, program percontohan melibatkan KDMP Dawuhan serta KKMP Kober, Karanglewas, dan Karangwangkal.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa program ini membuka peluang bagi koperasi untuk mengembangkan potensi ekonomi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Minyak jelantah yang biasanya dibuang dapat dikumpulkan dan diolah sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dilansir dari detik.com – Menurut Ferry, program percontohan di Banyumas diharapkan dapat diterapkan di ribuan KDKMP di berbagai daerah. Dengan demikian, minyak jelantah berpotensi menjadi sumber pendapatan, simpanan anggota, serta tambahan modal bagi koperasi.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus, menjelaskan bahwa minyak jelantah kini memiliki nilai jual yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dalam kerja sama tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menghargai minyak jelantah yang dikumpulkan koperasi sekitar Rp5.000 hingga Rp6.500 per liter.
Panel menambahkan bahwa hasil pengumpulan minyak jelantah dapat dikonversi menjadi simpanan anggota koperasi. Bentuknya dapat berupa simpanan pokok, simpanan wajib, atau bentuk partisipasi ekonomi lainnya sesuai keputusan rapat anggota dan ketentuan masing-masing koperasi.
Kerja sama Kemenkop dan Pertamina ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus mendorong pemanfaatan limbah secara lebih produktif. Program tersebut juga menghubungkan kegiatan ekonomi masyarakat dengan industri energi nasional.
Peluncuran program ini turut dihadiri oleh perwakilan sejumlah kementerian, jajaran Pertamina, pemerintah daerah, serta sekitar 500 pengurus koperasi dan masyarakat setempat.
You must be logged in to post a comment Login